Pemprov Sulsel

Sulsel Bangun 69.726 Rumah Bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 07 Desember 2024 15:08

Sulsel Bangun 69.726 Rumah Bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Makassar, Trotoar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menunjukkan komitmen serius dalam mendukung pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hingga akhir November 2024, sebanyak 69.726 unit rumah bersubsidi telah tersedia melalui kolaborasi 16 asosiasi pengembang di wilayah tersebut.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), kontribusi terbesar berasal dari asosiasi Real Estate Indonesia (REI) dengan 34.084 unit, diikuti oleh APERSI sebanyak 17.623 unit, PI sebanyak 7.450 unit, HIMPERRA sebesar 6.346 unit, dan asosiasi pengembang lainnya.

Khusus pada tahun 2024, hingga November, sebanyak 13.558 unit rumah telah berhasil direalisasikan untuk MBR.

Dari jumlah tersebut, REI kembali menjadi kontributor utama dengan 6.410 unit, diikuti oleh APERSI (3.681 unit), PI (1.429 unit), dan HIMPERRA (1.141 unit).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sulsel, Andi Bakti Haruni, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemprov untuk memastikan masyarakat dapat mengakses hunian layak dengan harga terjangkau.

“Melalui Dinas Perkimtan, kami telah memfasilitasi pembangunan 34.084 unit rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebagai wujud komitmen kami terhadap pelayanan publik,” ujar Andi Bakti.

Inovasi Layanan Sertifikasi Pengembang
Selain pembangunan rumah bersubsidi, Pemprov Sulsel juga memperkenalkan program Sertifikasi dan Registrasi Pengembang Perumahan Kualifikasi Menengah (Serasi Peran).

Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan legalitas para pengembang, sesuai dengan Permen PUPR Nomor 24/PRT/M/2018.

Pada tahun 2024, lima pengembang telah berhasil mendapatkan sertifikasi ini. Sertifikasi tersebut tidak hanya menjadi jaminan legalitas, tetapi juga memastikan kualitas pembangunan perumahan yang lebih terstandar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Adanya sertifikasi pengembang perumahan menjadi jaminan kompetensi dan legalitas mereka, sehingga proses pembangunan dan kualitas perumahan yang dihasilkan lebih terjamin,” tambah Andi Bakti.

Langkah Menuju Hunian Layak bagi Semua
Melalui sinergi antara pemerintah, asosiasi pengembang, dan inovasi layanan sertifikasi, Pemprov Sulsel berharap dapat mempercepat upaya pemenuhan kebutuhan perumahan layak huni bagi masyarakat Sulsel.

Program ini juga menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur perumahan yang berkelanjutan.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah05 Juni 2026 21:03
Pemkab Luwu dan PT Masmindo Perkuat Fordes MATAPPA, Luncurkan Program Jaga Desa
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area memperkuat Forum Desa (Fordes) MATAPPA sekaligus meluncurkan Program Jaga ...
Metro05 Juni 2026 21:00
Wawali Makassar Buka Simposium Nasional IKARGI XIII dan Konferensi Internasional 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi membuka The 13th National Symposium of the Indonesian Association of De...
Metro05 Juni 2026 20:56
Di Forum RUU Pangan, Wali Kota Makassar Tawarkan Solusi Smart Greenhouse
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan solusi pertanian modern berbasis smart greenhouse dalam forum kunjungan ker...
Nasional05 Juni 2026 20:37
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
JAKARTA,TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Boga Group membuka peluang kerja bagi masyarakat lanjut usia melalui...