Categories: Metro

BKAD Sulsel Bantah Jadi Penyebab Bakal Dirumahkannya 7.000 Laskar Pelangi di Makassar

Pemprov Sulsel

Makassar, Trotoar.id – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulawesi Selatan, Salehuddin, menegaskan bahwa penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) bukanlah penyebab utama dari rencana Pemkot Makassar untuk merumahkan 7.000 Laskar Pelangi.

Pernyataan ini disampaikan Salehuddin menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Salehuddin, meskipun penyaluran DBH tahun ini belum maksimal, pihaknya telah melakukan pembayaran hingga bulan April 2024.

Termasuk kurang salur dari tahun 2023 yang diselesaikan pada tahun 2024 dengan total lebih dari Rp210 miliar.

“Kami mengakui bahwa penyaluran DBH Kabupaten/Kota tahun ini belum maksimal. Namun, kami berkomitmen untuk memaksimalkan belanja DBH pada tahun 2025 mendatang,” ujar Salehuddin, Minggu (29/12/2024).

Salehuddin juga menjelaskan bahwa keputusan terkait Laskar Pelangi sepenuhnya menjadi kebijakan Pemkot Makassar.

Ia menekankan bahwa dari sisi anggaran, Kota Makassar memiliki posisi keuangan yang kuat, dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) lima tahun terakhir yang tidak pernah kurang dari Rp250 miliar.

“Silpa Pemkot Makassar selama lima tahun terakhir selalu berada di atas Rp250 miliar, bahkan beberapa tahun mencapai lebih dari Rp700 miliar. Artinya, tidak ada kendala pembiayaan yang signifikan bagi Makassar,” jelasnya.

Salehuddin menambahkan bahwa dengan posisi keuangan tersebut, Pemkot Makassar seharusnya mampu mengelola pembiayaan program-program strategis, termasuk mendukung operasional Laskar Pelangi tanpa mengandalkan sepenuhnya penyaluran DBH.

BKAD Sulsel juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan dalam penyaluran DBH pada tahun ini.

Namun, mereka memastikan bahwa pemerintah provinsi akan terus berupaya meningkatkan kinerja penyaluran anggaran untuk mendukung kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar.

“Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk penyaluran DBH agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh setiap daerah,” pungkas Salehuddin.

Dengan klarifikasi ini, BKAD Sulsel berharap isu terkait Laskar Pelangi tidak lagi menjadi polemik yang menyudutkan pihak provinsi, dan semua pihak dapat fokus pada solusi terbaik untuk masyarakat Kota Makassar.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah

MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…

8 jam ago

Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…

12 jam ago

Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029

MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…

13 jam ago

Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…

13 jam ago

Sidrap Kian Dekat Jadi Ibu Kota Angin Nasional, Investor Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW

SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…

14 jam ago

Terima Audiensi Kawan UMKM, Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung MULIA EXPO 2026

MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…

14 jam ago

This website uses cookies.