JAKARTA, TROTOAR.ID – Sebanyak 47 kepala daerah tidak ikut dalam kegiatan retreat yang di gelar kementerian dalam negeri
Hal ini di sampaikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, 47 kepala daerah tidak hadir tanpa keterangan.
Bima menjelaskan bahwa dari total 503 kepala daerah yang dijadwalkan hadir, 450 orang telah hadir dengan 10 peserta terlambat.
Baca Juga :
Sebanyak 53 kepala daerah tercatat tidak hadir, tetapi 6 orang di antaranya telah mengajukan izin resmi, dengan 5 alasan sakit dan 1 karena acara keluarga.
“Jadi, 47 peserta belum hadir di sini tanpa kabar,” ujar Bima Arya di depan Gerbang Akmil.
Panitia acara saat ini masih berupaya menghubungi 47 kepala daerah yang belum hadir.
Jika kepala daerah tidak dapat hadir, panitia telah meminta wakil kepala daerah untuk menggantikannya.
Apabila wakil kepala daerah juga berhalangan, maka sekretaris daerah (sekda) diminta hadir, mengingat pentingnya materi retreat ini.
“Kami masih menunggu apakah mereka akan hadir terlambat seperti beberapa peserta sebelumnya,” tambah Bima.
Di antara peserta yang absen, tercatat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Gubernur Bali, Wayan Koster, dan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang ketiganya merupakan kader PDIP.
Ketidakhadiran mereka diduga berkaitan dengan instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang meminta para kader menunda keberangkatan ke retreat tersebut.
Retreat Akmil ini dirancang untuk membahas isu strategis dan penguatan kepemimpinan di daerah.
Kemendagri menganggap kehadiran kepala daerah penting guna menyelaraskan program pusat dan daerah. Ketiadaan hampir 10 persen peserta tanpa kabar jelas menimbulkan pertanyaan publik terkait komitmen terhadap agenda nasional ini.
Kemendagri akan terus memantau dan memberikan informasi terkini terkait absennya 47 kepala daerah.
Sementara itu, acara retreat tetap berlangsung dengan partisipasi kepala daerah yang telah hadir dan perwakilan dari daerah lain yang telah ditugaskan secara resmi.




Komentar