Makassar, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (6/3/2025).
Pertemuan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Kota Makassar, Kapolda Sulsel, para kepala daerah se-Sulsel, Ketua Harian TPID Sulsel, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel.
High Level Meeting ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Munafri menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah, terutama antara wilayah penghasil dan daerah konsumen, guna memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan menghindari lonjakan harga yang berlebihan.
“Kami sangat bergantung pada daerah penghasil untuk memenuhi kebutuhan Makassar. Yang perlu kita awasi adalah rantai distribusi agar pasokan tetap stabil dan harga terkendali,” ujar Munafri.
Ia juga mengajak Kabupaten Gowa, Maros, dan Takalar untuk memperkuat pasokan bahan pokok ke Makassar, yang memiliki permintaan tinggi, terutama untuk komoditas seperti cabai, yang kerap mengalami fluktuasi harga.
“Cabai ini selalu menjadi masalah. Tapi ini juga peluang bagi daerah tetangga seperti Gowa, Maros, dan Takalar yang memiliki lahan pertanian luas untuk memenuhi kebutuhan Makassar,” katanya.
Sebagai langkah konkret dalam mengendalikan inflasi, Pemkot Makassar akan mengembangkan pola pertanian lahan sempit di perkotaan.
Program ini ditargetkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah hingga 20%.
“Tahun ini, kami akan fokus pada pengembangan pertanian lahan sempit. Setidaknya, 20% kebutuhan bisa dipenuhi dari dalam kota, sehingga inflasi dapat ditekan,” jelas Munafri.
Lebih lanjut, program ini akan terintegrasi dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi petani perkotaan.
“Dengan sistem ini, kami ingin menciptakan model pertanian yang saling menguntungkan antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga keuangan,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan harga bahan pokok di Makassar tetap stabil dan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang.




Komentar