Pemda Luwu Utara

30 Personel Pamhut Resmi Bertugas, Kawal Ketat Kawasan Tahura Bontobahari

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 09 April 2025 11:23

30 Personel Pamhut Resmi Bertugas, Kawal Ketat Kawasan Tahura Bontobahari

Bulukumba, Trotoar.id – Sebanyak 30 Tenaga Pengamanan Hutan (Pamhut) resmi memulai tugas mereka menjaga kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bontobahari di Kabupaten Bulukumba.

Pengukuhan dan pengarahan perdana dilaksanakan pada Selasa, 8 April 2025, di pelataran Masjid Islamic Centre Dato Tiro, Jalan Sultan Hasanuddin, Bulukumba.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kehutanan, antara lain Kepala Bidang Kehutanan dan Pelestarian Lingkungan Rahmat Lallo, Pengendali Ekosistem Hutan Syamsul Anwar Baso dan Fitriana Djafar, serta Polisi Kehutanan Kaharuddin dan Riswandi.

Dalam arahannya, Rahmat Lallo menekankan bahwa pengamanan kawasan hutan tidak hanya membutuhkan kehadiran fisik, tetapi juga perencanaan dan strategi yang matang.

Ia meminta seluruh Pamhut untuk menyusun rencana kerja secara rinci, baik secara individu maupun dalam format regu.

“Setiap langkah harus direncanakan. Kehadiran saja tidak cukup. Kita harus tahu apa yang akan dilakukan, kapan dilakukan, dan bagaimana strateginya. Semua itu akan dituangkan dalam rencana kerja,” tegas Rahmat.

Tahura Bontobahari sendiri mencakup wilayah seluas 3.475 hektare dan sejak 2017 telah menjadi tempat pembinaan tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu KTH Tonyampa, Kadieng, dan Boronglohea.

Sementara itu, Polisi Kehutanan Kaharuddin mengingatkan pentingnya memiliki panduan kerja yang tertata, baik harian, mingguan, hingga tahunan.

Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan jiwa korsa di kalangan petugas.

“Solidaritas itu kunci. Jiwa korsa adalah fondasi dalam tugas kita menjaga hutan. Jangan jalan sendiri-sendiri, kita adalah satu tim,” ujarnya.

Syamsul Anwar Baso, yang juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui PNPM, turut membagikan pengalaman soal pentingnya pendekatan sosial dalam menjaga kelestarian hutan.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan hutan sangat bergantung pada kemitraan dengan masyarakat sekitar.

“Jangan memandang masyarakat sebagai lawan. Ajak mereka sebagai mitra. Bila kita membaur dan memahami kehidupan mereka, maka upaya pelestarian akan lebih mudah diterima,” paparnya.

Pada sesi diskusi, sejumlah masukan disampaikan oleh para Pamhut, di antaranya usulan pembangunan basecamp di dalam kawasan Tahura sebagai tempat istirahat petugas, serta sistem rotasi penjagaan.

Menanggapi hal tersebut, pihak DLHK menyatakan akan merancang sistem patroli yang lebih adaptif, baik bergantian maupun serentak, sesuai kebutuhan di lapangan.

Pertemuan ini ditutup dengan sesi salaman bersama, sebagai simbol kekompakan dan semangat kolektif dalam menjaga hutan milik masyarakat Sulawesi Selatan tersebut.

Penulis : Lhr

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah05 Juni 2026 21:03
Pemkab Luwu dan PT Masmindo Perkuat Fordes MATAPPA, Luncurkan Program Jaga Desa
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area memperkuat Forum Desa (Fordes) MATAPPA sekaligus meluncurkan Program Jaga ...
Metro05 Juni 2026 21:00
Wawali Makassar Buka Simposium Nasional IKARGI XIII dan Konferensi Internasional 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi membuka The 13th National Symposium of the Indonesian Association of De...
Metro05 Juni 2026 20:56
Di Forum RUU Pangan, Wali Kota Makassar Tawarkan Solusi Smart Greenhouse
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan solusi pertanian modern berbasis smart greenhouse dalam forum kunjungan ker...
Nasional05 Juni 2026 20:37
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
JAKARTA,TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Boga Group membuka peluang kerja bagi masyarakat lanjut usia melalui...