Jakarta, Trotoar.id – Komitmen pemerintah pusat untuk memberikan makan bergizi kepada jutaan rakyat Indonesia mulai menunjukkan dampaknya di berbagai daerah.
Salah satu wilayah yang bersiap menyambut program strategis ini adalah Sulawesi Selatan, dengan rencana pembangunan 600 hingga 700 dapur gizi di seluruh wilayah provinsi.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rahman Pina Melalui Akun Instagramnya,Byang menyebutkan dalam pertemuan antara pimpinan DPRD Sulsel dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana.
Baca Juga :
Wakil Ketua DPRD Sulsel, bersama Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Ketua Yasir Machmud, turut mengajak Direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel untuk membahas kolaborasi pendanaan dan dukungan infrastruktur demi kelancaran pelaksanaan program tersebut.
Menurut penjelasan Prof. Dadan, target nasional yang dicanangkan BGN cukup ambisius.
Hingga akhir tahun 2025, program ini ditargetkan menjangkau 17 juta penerima manfaat, dengan proyeksi akhir mencapai 82 juta orang yang akan menerima makan bergizi setiap hari.
“Memberi makan 82 juta orang bukan sekadar soal logistik. Ini tentang membangun ekosistem ekonomi baru yang memberdayakan banyak pihak — dari petani, peternak, pedagang, hingga tenaga kerja dapur,” ujar Prof. Dadan.
Di Sulawesi Selatan, satu dapur gizi akan melayani sekitar 3.500 penerima manfaat dan mempekerjakan sedikitnya 47 orang.
Jika dikalkulasi, akan ada sekitar 38 ribu tenaga kerja langsung yang terserap. Belum termasuk rantai pasok bahan makanan — petani buah, peternak ayam, hingga produsen telur — yang akan merasakan dampak ekonomi signifikan.
“Kita dorong tiap daerah agar secara alami menuju swasembada. Kebutuhan pangan lokal akan melonjak, memacu produksi dan distribusi dari desa hingga kelurahan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulsel juga menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan pelajar.
Banyak siswa yang berharap program makan bergizi ala Presiden Prabowo bisa segera dirasakan di sekolah mereka.
“Waktu saya pulang kampung di Enrekang pasca Lebaran, seorang siswa SMP bertanya, ‘Pak, kapan kami bisa makan makanan bergizi dari Pak Prabowo?’ Pertanyaan serupa juga saya terima dari Kepala Sekolah SMP 19 Makassar minggu lalu,” kisahnya.
Pertemuan itu menjadi langkah awal bagi Sulawesi Selatan untuk lebih serius mengambil bagian dalam program nasional yang dinilai akan menjadi tonggak penting menuju perbaikan gizi, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.











Komentar