Makassar, Trotoar.id – UPT RSUD Haji Makassar menunjukkan komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Percepatan Penurunan Stunting melalui program pendampingan gizi kepada ratusan balita.
Bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini melakukan skrining kesehatan terhadap 200 balita sebagai langkah awal intervensi pencegahan stunting.
Direktur RSUD Haji Makassar, dr. Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi, yang menempatkan penanganan stunting sebagai prioritas pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan.
“Penurunan angka stunting adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun generasi emas Sulsel. Kami memulainya dengan skrining balita agar intervensi bisa tepat sasaran,” jelas dr. Evi, Kamis (12/6/2025).
Skrining dilakukan oleh tim medis profesional di ruang vaksinasi RSUD Haji Makassar, melibatkan dokter spesialis anak, dokter gizi klinik, serta tenaga kesehatan lainnya.
Anak-anak yang terindikasi mengalami masalah gizi kemudian diberikan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PKMK) berupa susu formula khusus untuk membantu perbaikan status gizi mereka.
Sebanyak 200 balita dari wilayah kerja puskesmas sekitar dirujuk untuk mengikuti skrining ini. Program ini juga ditujukan untuk mendukung pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2025, sebagaimana tertuang dalam agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami percaya bahwa keterlibatan aktif orang tua dan kesadaran akan pentingnya gizi sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah stunting. Dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan,” tambah dr. Evi.
Gerakan Nasional Percepatan Penurunan Stunting merupakan program strategis yang menggabungkan pendekatan sensitif dan spesifik, seperti edukasi gizi, peningkatan layanan kesehatan dasar, serta pemberian makanan tambahan bergizi.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan kualitas tumbuh kembang anak-anak Indonesia, khususnya di Sulsel, semakin optimal.




Komentar