Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar resmi memaparkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, dengan menegaskan visi besar menjadikan Makassar sebagai kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Dalam Rapat Paripurna Keempat DPRD Kota Makassar, Rabu (11/6/2025), Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan secara langsung penjelasan terhadap Ranperda RPJMD yang dirancang berdasarkan visi nasional Indonesia Emas 2045 dan selaras dengan RPJPN serta RPJPD Makassar.
“RPJMD ini bukan sekadar dokumen administratif. Ini adalah janji politik yang kami konkretkan dalam bentuk arah pembangunan lima tahun ke depan, demi menjawab aspirasi dan kebutuhan warga Kota Makassar,” tegas Munafri di hadapan anggota DPRD.
Munafri menjelaskan, visi pembangunan Makassar lima tahun ke depan mencakup empat pilar utama:
Unggul, dengan SDM berkualitas, ekonomi produktif, dan teknologi inovatif.
Inklusif, yang memastikan semua kelompok masyarakat, termasuk yang rentan, ikut dalam pembangunan.
Aman, sebagai kota yang tertib, damai, dan nyaman dihuni.
Berkelanjutan, dengan komitmen menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.
Tujuh Misi Strategis RPJMD Makassar
Untuk mewujudkan visi tersebut, Munafri-Aliyah merumuskan tujuh misi strategis, yakni:
- Meningkatkan daya saing ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
- Meningkatkan kualitas SDM dan pelayanan dasar.
- Mewujudkan infrastruktur dan tata ruang kota yang adil dan merata.
- Mengembangkan pusat inovasi, seni, budaya, dan pariwisata.
- Meningkatkan tata kelola pemerintahan dan ketertiban umum.
- Memperluas akses layanan bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, pemuda, dan keluarga.
- Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan memperkuat mitigasi bencana.
RPJMD ini juga diterjemahkan menjadi 12 tujuan, 25 sasaran, dan 50 indikator kinerja utama (IKU) sebagai acuan kinerja seluruh perangkat daerah.
Program Strategis MULIA: Dari Stadion Hingga Jaminan Sosial
Dalam penjabaran RPJMD, Munafri memperkenalkan 50 Program Strategis MULIA, termasuk tujuh program unggulan yang menjadi prioritas pembangunan Kota Makassar:
- Pembangunan stadion bertaraf internasional sebagai pusat olahraga modern.
- Makassar Creative Hub, wadah pengembangan kreativitas dan keterampilan generasi muda.
- Digitalisasi layanan publik melalui peluncuran Makassar Super App.
- Instalasi air bersih gratis, untuk memperluas akses air layak bagi seluruh warga.
- Pengadaan seragam dan perlengkapan sekolah gratis, lewat pemberdayaan UMKM lokal.
- Gratis iuran sampah untuk warga prasejahtera, sebagai bentuk keadilan sosial.
- Perluasan jaminan sosial, khususnya bagi kelompok rentan seperti perempuan, anak, dan disabilitas.
“Program-program ini bukan sekadar janji kampanye, tapi jawaban konkret terhadap kebutuhan mendesak masyarakat. Semuanya didesain inklusif dan terukur,” jelas Munafri, yang juga merupakan politisi Partai Golkar.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Munafri menekankan bahwa keberhasilan RPJMD bergantung pada kolaborasi lintas sektor—baik antar-SKPD, DPRD, dunia usaha, komunitas, hingga media.
“Tidak ada OPD yang bekerja sendiri. Semua harus dalam satu barisan demi Makassar yang lebih maju dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Makassar akan menjalankan monitoring berkala terhadap pelaksanaan RPJMD serta menyampaikan laporan keterbukaan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas.
RPJMD Jadi Kompas Pembangunan Kota Makassar
Sebagai penutup, Munafri menegaskan bahwa RPJMD 2025–2029 dirancang adaptif terhadap dinamika global dan lokal, termasuk tantangan urbanisasi, perubahan iklim, hingga penguatan ekonomi digital.
“Kami ingin RPJMD ini menjadi kompas pembangunan yang konkret. Di akhir masa jabatan, masyarakat harus bisa melihat dan merasakan perubahan nyata,” pungkasnya.




Komentar