MAKASSAR, Trotoar.id — Muammar Ferirae Gandi Rusdi (MGR), putra dari Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan Rusdi Masse (RMS), resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel.
Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan DPP PSI Nomor 139/SK/DPP/2025 tertanggal 2 Juni 2025.
Masuknya MGR sebagai orang nomor satu di PSI Sulsel menimbulkan berbagai spekulasi, mengingat kedekatannya dengan lingkaran inti Partai NasDem.
Baca Juga :
Hal ini memunculkan kekhawatiran sebagian pihak bahwa langkah ini bisa memengaruhi konstelasi kekuatan NasDem di Sulawesi Selatan, terlebih ketika sejumlah loyalis RMS dilaporkan mulai merapat ke PSI.
Pengamat politik Universitas Bosowa, Arif Wicaksono, menilai kehadiran MGR di PSI belum tentu secara langsung menggerus kekuatan NasDem di Sulsel.
Menurutnya, hubungan antara keduanya tidak bisa ditarik secara linear.
“Sebenarnya tidak bisa dikatakan berhubungan secara langsung bahwa masuknya MGR ke PSI otomatis akan menggerus posisi NasDem.” jelas Arif kepada wartawan, Senin (21/7/2025).
Arif menambahkan, kemungkinan besar langkah politik tersebut merupakan bagian dari strategi RMS untuk membuka ruang pembelajaran politik bagi anaknya.
Ia menyebutkan, PSI bisa jadi dianggap sebagai “sekolah politik” bagi MGR sebelum benar-benar terjun lebih dalam ke politik praktis.
“Bisa jadi RMS dan istrinya, Bu Fatma, belum sepenuhnya sreg untuk bergabung ke PSI. Maka MGR lebih dulu yang masuk, agar ia belajar dan tumbuh secara mandiri dalam partai baru ini,” tambahnya.
Meski tidak secara langsung mengganggu NasDem, Arif mengakui bahwa posisi Ketua DPW yang kini dipegang MGR merupakan posisi strategis dan bisa memengaruhi peta politik lokal.
“Secara logika politik, jelas akan ada pergeseran. Loyalis RMS yang tidak memiliki kursi di parlemen bisa saja melihat PSI sebagai alternatif baru,” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa ini tidak serta-merta berarti NasDem akan melemah.
Ia mencontohkan bagaimana publik juga dulu menilai masuknya Kaesang Pangarep ke PSI akan membuat partai itu langsung kuat karena kedekatannya dengan Presiden Jokowi, namun kenyataannya tidak sesederhana itu.
“Kita tidak bisa langsung menyimpulkan. MGR dan RMS adalah dua figur berbeda. Seperti halnya Kaesang dan Jokowi, kedekatan keluarga belum tentu berarti dominasi politik otomatis,” pungkasnya.
Arif menduga penempatan MGR di PSI adalah bagian dari manuver jangka panjang RMS untuk memperluas pengaruh politiknya di luar NasDem.
Meski menjabat sebagai Ketua NasDem Sulsel, Arif menilai RMS tidak mungkin menghambat karier politik anaknya, bahkan jika itu terjadi di partai lain.
“Bicara gangguan pasti ada. Tapi bisa juga ini strategi memperluas pengaruh. Posisi MGR di PSI justru bisa menjadi jembatan baru bagi RMS untuk menjajaki panggung politik lintas partai,” katanya.
Penunjukan MGR sebagai Ketua DPW PSI Sulsel memperlihatkan dinamika politik yang semakin cair menjelang tahapan politik 2029.
Apakah langkah ini akan menguntungkan PSI dan sekaligus memperluas pengaruh RMS, atau justru menciptakan konflik kepentingan di internal NasDem, waktu yang akan menjawab.




Komentar