Makassar, Trotoar.id — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Mahmud, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Gerakan Membaca Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang resmi diluncurkan oleh TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2025 tingkat Provinsi Sulsel.
Melinda mengikuti launching program tersebut secara daring dari Posyandu Karuwisi, Kecamatan Panakukkang, bersama Camat Panakukkang, Ketua TP PKK Kecamatan Panakukkang,
Baca Juga :
Ketua Pokja IV TP PKK Makassar, serta sejumlah kader dan ibu-ibu peserta posyandu.
Sementara peluncuran luring berlangsung di Aula Asta Cita, Kantor TP PKK Provinsi Sulsel, dan diikuti secara serentak oleh berbagai kabupaten/kota melalui platform Zoom.
Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina, dalam sambutannya menyoroti rendahnya literasi masyarakat terhadap pemanfaatan buku KIA yang selama ini hanya dianggap pelengkap administrasi.
“Buku KIA bukan hanya catatan imunisasi atau tumbuh kembang, tapi panduan menyeluruh bagi orang tua dalam memahami gizi, kesehatan, serta stimulasi anak sesuai tahapan usia,” tegas Naoemi.
Ia menekankan perlunya dukungan lintas sektor antara TP PKK, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta kader di tingkat kelurahan untuk memastikan buku ini benar-benar dibaca, dipahami, dan dimanfaatkan maksimal oleh para ibu.
Menyambut baik program tersebut, Melinda Aksa menyatakan bahwa Gerakan Membaca Buku KIA adalah langkah strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045, yang dimulai dari keluarga dan peran seorang ibu.
“Kalau ibunya paham isi buku KIA, maka anak akan tumbuh dengan pemantauan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih optimal. Inilah pondasi awal menuju generasi emas,” ujar Melinda.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga antara TP PKK Provinsi Sulsel, IDAI, dan Dinas Kesehatan sebagai bentuk ekosistem pengasuhan terpadu yang mampu memperkuat peran posyandu dan kader di masyarakat.
Tak hanya di Karuwisi, Kota Makassar juga melibatkan 10 posyandu di enam kecamatan — Panakukkang, Rappocini, Tamalate, Biringkanaya, Manggala, dan Tallo — yang diikuti oleh kader PKK, ibu hamil, dan ibu dengan anak usia bawah dua tahun (BADUTA).
Melinda menegaskan, TP PKK Makassar siap memperluas gerakan ini ke seluruh wilayah kota sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran ibu-ibu akan pentingnya literasi kesehatan keluarga.
“Dengan membaca dan memahami isi buku KIA, ibu bisa jadi dokter pertama di rumah. Ini investasi masa depan, bukan hanya bagi anaknya, tapi juga bagi Indonesia.”




Komentar