MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem yang akan digelar pada 8–10 Agustus 2025 di Kota Makassar.
Panitia pelaksana mengonfirmasi bahwa seluruh partai politik yang memiliki kursi di DPRD Sulawesi Selatan akan diundang secara resmi untuk menghadiri pembukaan Rakernas.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Panitia Rakernas, Rachmatika Dewi, dalam jumpa pers yang digelar di Fraksi Partai NasDem DPRD Sulsel, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga :
“Semua pimpinan partai yang duduk di parlemen akan kita undang, kecuali partai non-parlemen,” tegas Cicu sapaan akrab Rachmatika Dewi.
Diketahui, terdapat 9 partai politik yang saat ini memiliki kursi di DPRD Sulsel, yakni NasDem, Golkar, Demokrat, PPP, PKB, Hanura, PAN, PDIP, dan PKS.
Sementara partai non-parlemen tidak akan dilibatkan dalam undangan resmi Rakernas.
Salah satunya adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang saat ini dipimpin oleh Gandi Rusdi Masse, putra dari Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS).
Rakernas kali ini mengusung tema besar “Kemandirian Berpikir Demi Kemajuan Bangsa,” dengan sejumlah isu strategis yang akan dibahas, di antaranya:
Pemanfaatan momentum pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), Evaluasi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Konsolidasi nasional pasca-Pemilu 2024
Selain itu, panitia juga tengah menuntaskan berbagai aspek teknis pelaksanaan.
Salah satunya adalah pemasangan atribut partai di berbagai titik strategis, terutama di sepanjang Jalan AP Pettarani, sebagai bentuk penyambutan terhadap ribuan kader yang akan hadir.
“Kemarin baru mulai dipasang atribut NasDem, tapi nanti menjelang tanggal 8, sepanjang Pettarani akan penuh dengan gambar dan ornamen NasDem, termasuk wajah Wali Kota Makassar,” ujar Rachmatika.
Namun, panitia tetap menunggu koordinasi resmi dengan Pemerintah Kota Makassar, agar pemasangan atribut tidak menimbulkan persepsi negatif bahwa pelaksanaan Rakernas tidak mendapat restu dari Pemkot.
Rakernas Partai NasDem 2025 di Makassar tidak hanya akan menjadi ajang konsolidasi politik internal, tetapi juga panggung dialog kebangsaan yang melibatkan banyak aktor politik nasional, termasuk pimpinan parpol parlemen, tokoh masyarakat, dan akademisi.




Komentar