Pemkot Makassar

Auto ThermiX, Teknologi Hijau Atasi Sampah Makassar Tanpa TPA

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 27 Agustus 2025 15:31

Auto ThermiX, Teknologi Hijau Atasi Sampah Makassar Tanpa TPA

MAKASSAR, Trotoar.id – Dengan timbulan sampah mencapai 1.300 ton per hari, Kota Makassar kini ditawarkan solusi pengelolaan modern melalui teknologi AutoThermiX.

Sistem ini digadang mampu menuntaskan persoalan sampah tanpa lagi bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Teknologi ini diperkenalkan Koperasi Industri Insinyur Indonesia dalam audiensi bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Selasa (26/8/2025).

Turut hadir Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda dan Kepala DLH Helmy Budiman.

Ketua Koperasi, Faizal Safa, menjelaskan bahwa AutoThermiX merupakan teknologi pirolisis generasi kedua karya anak bangsa.

Sistem ini mengurai sampah campuran—baik organik maupun plastik dalam ruang tertutup, tanpa pembakaran terbuka.

“Yang dibakar itu gas metana hasil penguraian, bukan sampahnya langsung. Prosesnya tanpa polusi, bahkan menghasilkan energi mandiri,” jelas Faizal.

Menurutnya, teknologi ini sudah terbukti di Kabupaten Serang (kapasitas 2×10 ton) dan Bali (2 ton).

Dengan penerapan skala besar di Makassar, timbulan sampah 1.300 ton per hari bisa dituntaskan dalam tiga tahun.

Lebih jauh, AutoThermiX juga berpotensi menghasilkan carbon offset yang dapat dijual, sehingga menambah pendapatan daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Faizal berharap Makassar menjadi barometer nasional pengelolaan sampah modern, terutama di kawasan timur Indonesia.

“Dengan AutoThermiX, sampah hari ini bisa diselesaikan hari ini juga. Ke depan, semua TPA akan ditutup,” tegasnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik tawaran tersebut. Ia menegaskan, arah kebijakan kota adalah menyelesaikan sampah sejak dari rumah tangga.

“Kami mau sampah habis di rumah tangga. Ke depan tidak ada lagi mobil sampah dibawa ke TPA,” ujar Munafri.

Ia menyebut, Pemkot sedang menyiapkan model percontohan pengelolaan berbasis masyarakat di 15 kecamatan. Dari situ, pola terbaik akan dipilih untuk diterapkan secara masif.

Langkah ini sejalan dengan program Makassar Bebas Sampah 2029, yang menempatkan warga sebagai garda terdepan pengurangan dan pengolahan sampah.

Penulis : Upiq/ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen31 Agustus 2026 18:47
Fraksi Gerindra Bongkar 4 Masalah Sulsel: Pupuk Langka, Banjir, BPJS hingga Zonasi Sekolah Jadi Sorotan
MAKASSAR, Trotoar.id — Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulawesi Selatan melontarkan kritik keras terhadap sejumlah persoalan yang ditemukan saat pelaksa...
Parlemen31 Agustus 2026 18:43
Fraksi Golkar DPRD Sulsel Soroti Infrastruktur, Pendidikan hingga BPJS dari Hasil Reses
MAKASSAR, Trotoar.id  — Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Sulawesi Selatan meminta Pemerintah Provinsi Sulsel menjadikan hasil reses anggota DPRD ...
Daerah31 Agustus 2026 17:53
PUM Netherlands Masuk Bulukumba, Strategi Baru Dongkrak Kualitas dan Daya Saing Pariwisata
BULUKUMBA, Trotoar.id — Kabupaten Bulukumba mulai membuka strategi baru untuk menggenjot sektor pariwisata dengan menggandeng tenaga ahli profesiona...
Politik31 Agustus 2026 17:11
NasDem Sulsel Pasang Garis Tegas, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Terancam Dipecat
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif mulai memasang garis tegas menghadapi dinamika politik menjelang P...