MAKASSAR, Trotoar.id – Pemerintah Pusat menunjukkan kepeduliannya terhadap korban tragedi kerusuhan dan kebakaran di Gedung DPRD Makassar yang terjadi pada Jumat malam (29/8/2025).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendampingi Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Prof. Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si, dalam rangkaian kunjungan kemanusiaan ke rumah duka dan keluarga korban, Jumat (5/9/2025).
Kunjungan ini juga menjadi langkah awal pemerintah pusat dalam memberikan bantuan nyata bagi keluarga korban, termasuk penyaluran santunan dan penyediaan rumah layak huni.
Sejak pagi, Wali Kota Munafri dan Akmal Malik, yang dikenal memiliki hubungan persahabatan lama, bergerak bersama dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Raut duka tampak di setiap rumah yang dikunjungi, namun kehadiran kedua pejabat ini membawa penguatan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
- Rumah Duka Syaiful Akbar
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Perumahan Bonto Biraeng Indah, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, rumah almarhum Syaiful Akbar, Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah.
Di sana, mereka menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada keluarga yang masih berduka. - Rumah Duka Muhammad Akbar Basri (Abay)
Perjalanan berlanjut ke Jalan Balang Baru II, Tamalate, rumah almarhum Muhammad Akbar Basri atau Abay, tenaga honorer DPRD Makassar.
Munafri dan Akmal hadir untuk memberikan semangat dan penguatan bagi keluarga korban. - Rumah Duka Rusdam Diansyah (Dandi)
Agenda berikutnya menuju Lorong 501, Jalan Urip Sumoharjo, kediaman almarhum Rusdam Diansyah alias Dandi, pengemudi ojek online yang menjadi korban pengeroyokan saat demonstrasi.
Di sini, orang tua Dandi menyambut dengan penuh haru, sementara rombongan memberikan dukungan dan doa agar keluarga tetap tabah. - RS Kementerian Kesehatan CPI
Rombongan kemudian menjenguk Agung Setiawan, anggota Satpol PP yang masih dirawat akibat luka-luka yang dialaminya saat kerusuhan. - RS Primaya Makassar
Lokasi terakhir adalah RS Primaya Makassar, tempat Budi Haryadi, anggota Satpol PP paruh waktu sekaligus pengemudi Grab, dirawat intensif di ruang ICU.
Kehadiran pejabat daerah dan pusat di rumah sakit memberikan semangat dan harapan bagi keluarga korban.
Dalam kunjungannya, Akmal Malik membawa pesan langsung dari pemerintah pusat dan Presiden RI.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan santunan sekaligus empat hingga lima unit rumah layak huni yang akan dibangun di kawasan Barombong, Kecamatan Tamalate.
“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah pusat. Sesuai arahan Presiden, korban dan keluarga yang ditinggalkan harus mendapatkan perhatian khusus dan dukungan nyata,” ujar Akmal Malik.
Menurutnya, rumah-rumah tersebut rencananya akan diserahkan langsung pekan depan oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
“Bantuan rumah difokuskan untuk keluarga korban yang meninggal dunia. Selain itu, bantuan tambahan akan dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan lapangan,” jelasnya.
Akmal juga menyebutkan bahwa Kementerian Sosial akan dilibatkan untuk memastikan berbagai bentuk bantuan, termasuk santunan dan dukungan psikososial, dapat tersalurkan secara optimal.
“Pak Mendagri meminta saya untuk berkoordinasi dengan Pemkot Makassar agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi keluarga korban,” tegasnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian penuh bagi warga yang terdampak tragedi DPRD Makassar.
“Kami berterima kasih atas kepedulian pemerintah pusat. Pemkot Makassar akan melakukan pendataan secara detail agar seluruh bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar memenuhi kebutuhan keluarga korban,” ungkap Munafri.
Munafri menegaskan bahwa pendataan ini penting untuk memastikan tidak ada korban atau keluarga yang terlewat dalam proses penyaluran bantuan.
“Ini adalah wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan kondisi sosial masyarakat, sehingga keluarga korban tidak menghadapi beban sendirian,” tambahnya.
Kerusuhan yang terjadi pada Jumat malam (29/8/2025) di Gedung DPRD Makassar awalnya merupakan aksi unjuk rasa.
Namun, aksi tersebut berubah menjadi anarkis dan berujung pada pembakaran fasilitas DPRD, termasuk ruang sidang dan sejumlah kendaraan dinas.
Insiden ini mengakibatkan beberapa korban jiwa, puluhan orang luka-luka, serta kerugian materiil yang cukup besar.
Pemerintah pusat dan Pemkot Makassar kini bekerja sama untuk memulihkan situasi, sekaligus memastikan keadilan dan pemulihan bagi korban dan keluarganya.




Komentar