Pemprov Sulsel

Sekda Sulsel Tekankan Mitigasi dan Kolaborasi di Bimtek Penanggulangan Bencana Toraja Utara

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 10 September 2025 14:47

Sekda Sulsel Tekankan Mitigasi dan Kolaborasi di Bimtek Penanggulangan Bencana Toraja Utara
Sekda Sulsel Tekankan Mitigasi dan Kolaborasi di Bimtek Penanggulangan Bencana Toraja Utara

Makassar, Trotoar.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan pentingnya mitigasi, kesiapsiagaan, dan kebersamaan dalam menghadapi ancaman bencana.

Pesan itu ia sampaikan saat menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanggulangan Bencana yang digelar BPBD Kabupaten Toraja Utara di Royal Bay Hotel Makassar, Selasa (9/9/2025).

Kegiatan ini berlangsung sejak 7–11 September 2025, diikuti 44 peserta dari unsur BPBD Toraja Utara, dan terlaksana berkat kerja sama dengan BPSDM Sulsel.

Dalam paparannya berjudul Best Practice Penanggulangan Bencana, Jufri mengingatkan bahwa penanggulangan bencana tidak boleh hanya dipahami sebatas urusan darurat.

“Jumlah korban sering kali meningkat bukan semata karena bencananya, tetapi karena ketidaksiapan dalam menghadapinya. Karena itu, penting memperkuat mitigasi, edukasi, perencanaan tata ruang yang bijak, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ujarnya.

Sulsel sendiri termasuk daerah dengan tingkat kerentanan bencana tinggi, baik gempa bumi, banjir, longsor, puting beliung, maupun bencana non-alam seperti kebakaran hutan dan lahan. Kondisi geografis dan topografis beragam membuat risiko semakin besar.

Jufri juga menyoroti beberapa best practice yang bisa diterapkan di Toraja Utara maupun wilayah rawan bencana lain di Sulsel:

  1. Membangun sistem peringatan dini efektif
    – Memanfaatkan teknologi untuk memantau potensi bencana dan mempercepat distribusi informasi, dengan BPBD dan aparat desa sebagai jembatan komunikasi.
  2. Meningkatkan resiliensi masyarakat
    – Program literasi kebencanaan dan desa tangguh terbukti menekan risiko korban jiwa.
  3. Mendorong kolaborasi lintas sektor
    – Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan media.
  4. Belajar dari praktik daerah dan negara lain
    – Mulai dari inovasi berbasis teknologi, kearifan lokal, hingga integrasi kebencanaan dalam kurikulum pendidikan.

Menutup paparannya, Jufri menegaskan tiga kunci keberhasilan penanggulangan bencana: kesadaran, kesiapsiagaan, dan kebersamaan.

“Kalau tiga hal ini kita jaga, maka dampak bencana bisa diminimalkan, korban jiwa ditekan, dan masyarakat lebih terlindungi. Kami mendorong agar pelatihan seperti ini diperluas ke daerah lain yang rawan bencana di Sulsel,” pungkasnya.

Penulis : Awal/ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah05 Juni 2026 21:03
Pemkab Luwu dan PT Masmindo Perkuat Fordes MATAPPA, Luncurkan Program Jaga Desa
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area memperkuat Forum Desa (Fordes) MATAPPA sekaligus meluncurkan Program Jaga ...
Metro05 Juni 2026 21:00
Wawali Makassar Buka Simposium Nasional IKARGI XIII dan Konferensi Internasional 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi membuka The 13th National Symposium of the Indonesian Association of De...
Metro05 Juni 2026 20:56
Di Forum RUU Pangan, Wali Kota Makassar Tawarkan Solusi Smart Greenhouse
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan solusi pertanian modern berbasis smart greenhouse dalam forum kunjungan ker...
Nasional05 Juni 2026 20:37
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
JAKARTA,TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Boga Group membuka peluang kerja bagi masyarakat lanjut usia melalui...