MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) resmi mengajukan 27 inovasi daerah untuk bersaing dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri.
Inovasi tersebut lahir dari berbagai sektor pelayanan publik, mulai dari penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, kebencanaan, hingga layanan administrasi.
Kehadiran inovasi ini tidak hanya ditujukan untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi cerminan komitmen Pemprov Sulsel dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan daya saing pelayanan publik.
Baca Juga :
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Sulsel, Ristati Rahayu, AP, M.Si, menegaskan bahwa keberadaan inovasi daerah harus berkelanjutan dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen mendorong inovasi dan kreativitas lintas sektor untuk memperkuat efisiensi dan efektivitas pelayanan publik,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Menurut Ristati, setiap ide, sekecil apa pun, memiliki nilai penting dalam meningkatkan kualitas layanan.
Mulai dari penyederhanaan prosedur, pemanfaatan teknologi digital, kreativitas, hingga kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pelayanan publik Sulsel.
“Kami di Litbang siap mendampingi perangkat daerah sejak tahap inisiatif, uji coba, hingga penerapan inovasi di lapangan,” tambahnya.
Berikut inovasi yang diajukan Pemprov Sulsel pada ajang IGA 2025:
- Bappelitbangda Sulsel: Sistem Kolaborasi Pembangunan Penanggulangan Kemiskinan; Inno-Hub Sulsel.
- BPBD Sulsel: Sistem Analisis Data dan Laporan Bencana.
- BKD Sulsel: E-Sistem Informasi Aparatur.
- DKP Sulsel: Sinergi Akses Pelayanan Administrasi Nelayan Pulau; Suara Laut Aspirasi Nelayan; Simpelmo (Sistem Informasi Pelayanan Nelayan Modern).
- Dinas Ketahanan Pangan: Gerakan Pangan Murah Serentak.
- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan: Gempita Sijaya (Gerakan Pendampingan Perpustakaan Sistem Kerja Pustakawan per Wilayah/Kluster).
- Disbudpar Sulsel: Sistem Informasi Data Kebudayaan Daerah; QR Code Museum Karaeng Pattingalloang.
- Dishub Sulsel: SOP Penerbitan Dokumen Persetujuan Sistem Manajemen Usaha Angkutan Perairan.
- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan: Sistem Informasi Klinik Hewan.
- Dinas Bina Marga dan Konstruksi: E-Monitoring Pembangunan.
- Dinas TPHP Sulsel: Inovasi Mandiri Benih.
- Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan: Sertifikasi dan Registrasi Pengembang Perumahan Kualifikasi Menengah.
- Dinas Koperasi dan UMKM: Sistem Informasi Pusat Layanan Usaha Terpadu Sulsel Terpusat.
- Dinas PMD Sulsel: Sistem Informasi Kawasan Perdesaan.
- Inspektorat Daerah: Dapur Bestie (Digitalisasi Pengajuan Keterangan Bebas Temuan); Aplikasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan.
- Satpol PP Sulsel: Siap Tertib (Sistem Informasi Aparatur Penegakan Ketertiban).
- Biro PBJ Setda Sulsel: Digital Payment Marketplace Bajubodo.
- RSUD Haji Makassar: Sadar Tolak Stunting Terpadu Mamminasata.
- RSUD Labuang Baji: Intervensi Stunting dan Wasting Cepat, Responsif, dan Komprehensif.
- RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah: Gerakan Rumah Sakit Tanpa Dinding.
- UPT Inang Matutu Dinsos Sulsel: Manajemen Layanan Informasi Satu Pintu Rehabilitasi Sosial Anak.
- UPT SMAN 14 Bulukumba: Laskar Smaebels (Layanan Ajar Sites Kreatif, Aktif, dan Responsif).
Program ini diharapkan menjadi sarana strategis bagi Sulsel dalam mencetak inovasi berkelanjutan dan memperluas jangkauan pelayanan publik.
Dengan hadirnya 27 inovasi daerah, Sulsel optimistis bisa bersaing di ajang IGA 2025 sekaligus memperkuat posisi sebagai daerah dengan kreativitas tinggi dalam membangun kesejahteraan masyarakat.




Komentar