DPRD makassar

DPRD Kota Makassar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Cagar Buday

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 12 September 2025 17:00

DPRD Kota Makassar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Cagar Buday
DPRD Kota Makassar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Cagar Buday

MAKASSAR, Trotoar.id — DPRD Kota Makassar melalui Panitia Khusus (Pansus) bersama Komisi D menggelar rapat harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Cagar Budaya yang difasilitasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Selatan, Jumat (12/9/2025).

Langkah ini menjadi bentuk keseriusan DPRD Makassar dalam menjaga, melestarikan, sekaligus memperluas pengakuan kawasan bersejarah di kota ini.

Anggota Pansus DPRD Makassar, Muhclis Misbah, menyebut Ranperda Cagar Budaya merupakan instrumen penting tidak hanya untuk melindungi fisik situs sejarah, tetapi juga untuk menjaga identitas Kota Makassar.

Baca Juga  Tamsil Linrung Gantikan Fadel Muhammad di Sebagi Wakil ketua MPR

“Harmonisasi ini penting agar aturan yang lahir jelas, tidak tumpang tindih, dan bisa konsisten dijalankan. Cagar budaya adalah jejak sejarah yang harus dirawat bersama,” tegas Muhclis.

Ia menambahkan, regulasi ini akan menjadi penguat pembangunan kota. Banyak kota besar di dunia, kata dia, justru maju karena mampu mengintegrasikan pelestarian sejarah dengan pembangunan modern.

“Makassar punya kekayaan sejarah luar biasa. Jangan sampai hilang karena tidak ada payung hukum yang tegas. Ranperda ini akan jadi pijakan untuk menata sekaligus menjadikan cagar budaya sebagai potensi pariwisata dan ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga  Untuk Ketujuh Kalinya DPRD Sulsel Keluarkan Rekomendasi Soal Aset Pemprov Yang Ada di CPI

Muhclis juga mengapresiasi peran aktif Kanwil Kemenkumham Sulsel dalam mendampingi penyusunan regulasi. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga sangat penting agar aturan yang dibuat tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga efektif dijalankan.

Senada, Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menilai Ranperda Cagar Budaya adalah bentuk komitmen politik bersama antara DPRD dan Pemkot Makassar untuk menjaga warisan sejarah.

“Cagar budaya bukan hanya soal bangunan tua atau situs bersejarah. Lebih dari itu, ini adalah identitas dan marwah kota. Ranperda ini bukti keseriusan kita terhadap warisan sejarah,” tegasnya.

Baca Juga  Reses di Tamalate, Budi Hastuti Serap Aspirasi Warga Soal Bansos dan Layanan Kesehatan

Andi Makmur menambahkan, penataan kawasan bersejarah dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan pengelolaan yang tepat, sejarah bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga cagar budaya.

“Aturan tidak akan efektif tanpa partisipasi warga. Karena itu, perlu sosialisasi dan pendidikan publik agar kesadaran sejarah tumbuh dan diwariskan ke generasi berikutnya,” pungkasnya.

Penulis : Upiq/ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...