Categories: Parlemen

Kementerian PU Perkirakan Rp55 Miliar untuk Rehabilitasi Gedung DPRD Makassar

DPRD makassar

Makassar, Trotoar.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menaksir kebutuhan anggaran sebesar Rp50 hingga Rp55 miliar untuk rehabilitasi Gedung DPRD Kota Makassar yang hangus terbakar saat aksi unjuk rasa berujung anarkis pada akhir Agustus lalu.

Anggaran tersebut masuk dalam alokasi nasional yang disiapkan Kementerian PUPR untuk merehabilitasi sejumlah fasilitas umum dan publik yang rusak akibat demonstrasi serupa di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, memimpin langsung peninjauan ke lokasi Gedung DPRD di Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (16/9/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Dewi didampingi sejumlah pejabat Kementerian PUPR dan disambut oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua DPRD Makassar Supratman.

“Dari hitungan awal, total biaya yang dibutuhkan sekitar Rp50–55 miliar. Namun setelah peninjauan, arahnya kemungkinan menuju rekonstruksi, sehingga kami perlu melakukan perhitungan ulang,” jelas Dewi.

Dewi mengungkapkan, hasil kajian awal menunjukkan terdapat dua massa bangunan yang terdampak.

Pertama, gedung utama yang dibangun dan diresmikan pada tahun 1986. Usianya yang sudah lebih dari 40 tahun membuat kerusakan yang ditimbulkan masuk kategori berat.

“Secara struktur mungkin masih ada bagian yang bisa dimanfaatkan. Namun dari sisi non-struktur, kondisinya sudah tergolong rusak berat,” jelasnya.

Bangunan kedua adalah gedung tambahan yang dibangun tahun 2024. Kondisinya relatif masih baik dan hanya mengalami kerusakan ringan, sehingga masih memungkinkan untuk digunakan kembali setelah melalui tahap rehabilitasi.

Menurut Dewi, masukan dari Wali Kota Makassar juga menjadi pertimbangan dalam rencana rehabilitasi. Pasalnya, standar pembangunan gedung tahun 1980-an berbeda jauh dengan regulasi konstruksi saat ini.

“Mulai dari skala gempa, jalur evakuasi, hingga sistem pengaman kebakaran, semua harus sesuai dengan standar terkini. Karena itu, untuk gedung utama tahun 1986, kami akan mengusulkan rekonstruksi penuh atau pembangunan baru sesuai usulan Pak Wali,” terangnya.

Sementara itu, gedung tambahan hanya akan menjalani proses rehabilitasi ringan sebelum kembali difungsikan.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Pemprov Sulsel Tegaskan Seleksi Paskibraka Transparan, Bantah Isu Penggantian Peserta

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)…

1 jam ago

Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg

BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…

13 jam ago

Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa

BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…

13 jam ago

Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…

13 jam ago

Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…

14 jam ago

Wali Kota Makassar Soroti Polemik Paskibraka 2026, Minta Seleksi Transparan dan Objektif

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…

14 jam ago

This website uses cookies.