RSUD Haji Makassar Terapkan SIMRS untuk Pelaporan Stunting Digital

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 16 September 2025 12:34

Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menekan angka stunting semakin diperkuat dengan langkah inovatif RSUD Haji Makassar
Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menekan angka stunting semakin diperkuat dengan langkah inovatif RSUD Haji Makassar

Makassar, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menekan angka stunting semakin diperkuat dengan langkah inovatif RSUD Haji Makassar yang mulai mengimplementasikan pelaporan stunting berbasis digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

Implementasi perdana ini dilaksanakan pada Senin, 15 September 2025, di Ruang Rapat Lantai 3 RSUD Haji Makassar. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari bimbingan teknis tahap pertama Manajemen Peduli Stunting Menuju Indonesia Emas (Mustika Gen-Emas).

Direktur UPT RSUD Haji Makassar, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., membuka acara yang turut dihadiri perwakilan IT dan tim SIMRS, serta sejumlah rumah sakit lingkup Pemprov Sulsel.

Di antaranya RSUD Labuang Baji, RSKD Dadi Makassar, RSUD Sayang Rakyat, RSKIA Fatimah, RSKIA Pertiwi, dan RSUD La Mappapenning.

Evi menegaskan bahwa digitalisasi pelaporan ini adalah langkah strategis mendukung program Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam aksi stop stunting. Menurutnya, penerapan sistem digital akan mempercepat dan memperkuat pencatatan data kasus stunting di Sulsel.

“Pelaporan yang tepat waktu dan valid akan membantu pemerintah daerah serta pemangku kepentingan memantau perkembangan kasus stunting, mengevaluasi intervensi gizi, dan merancang program pencegahan yang lebih efektif,” ujar Evi.

Selain meningkatkan akurasi data, SIMRS juga diyakini mampu menunjang agenda transformasi layanan kesehatan Sulsel, karena data terintegrasi akan menjadi dasar pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Lebih jauh, Evi mengajak seluruh tenaga kesehatan, staf administrasi, hingga pihak rumah sakit daerah untuk berperan aktif dalam agenda digitalisasi pelaporan stunting ini.

“Kami berharap dengan kolaborasi dan komitmen bersama, percepatan penurunan stunting bisa tercapai, sehingga lahir generasi Sulsel yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Melalui penerapan SIMRS di RSUD Haji Makassar dan rumah sakit lingkup Pemprov Sulsel, pemerintah menargetkan terwujudnya ekosistem pelaporan stunting digital yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Penulis : Febri/ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah26 Mei 2026 00:38
Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg
BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Total sebanyak 1.93...
Daerah26 Mei 2026 00:32
Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa
BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bulukumb...
Politik25 Mei 2026 23:50
Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026...
Politik25 Mei 2026 22:56
Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 untuk be...