Pemkot makassar

Munafri: Sinergi Pemuda, Aparat, dan Pemerintah Kunci Stabilitas Makassar

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 02 Oktober 2025 04:11

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemuda sebagai kunci menjaga stabilitas kota.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemuda sebagai kunci menjaga stabilitas kota.

Makassar, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemuda sebagai kunci menjaga stabilitas kota.

Hal itu ia sampaikan dalam forum dialog bersama organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, bertajuk “Kota dan Kemanusiaan: Mewujudkan Demokrasi Berbasis HAM” di Tribun Karebosi, Rabu malam (1/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Munafri hadir langsung mendengar aspirasi, saran, sekaligus gagasan mahasiswa dari berbagai elemen.

“Forum ini menjadi ruang sinergi untuk menjaga stabilitas, memperkuat kolaborasi, dan mendorong arah pembangunan yang berkeadilan,” ujar Munafri.

Menurutnya, Makassar sebagai pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia menanggung beban sekaligus harapan besar dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa dan derasnya arus urbanisasi.

“Pemerintah tidak mungkin menyelesaikan semua persoalan sendiri. Kita butuh TNI, Polri, pedagang, mahasiswa, semua pihak. Hanya dengan kekuatan bersama, pembangunan bisa berjalan efektif,” tegas mantan bos PSM Makassar itu.

Munafri menekankan pentingnya kolaborasi inklusif, di mana semua pihak tanpa membeda-bedakan latar belakang bisa berkontribusi menjaga stabilitas sosial dan politik kota.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengapresiasi mahasiswa yang dinilainya mampu menjaga kondusivitas saat menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan, unjuk rasa adalah hak warga negara, namun pelaksanaannya juga harus menghormati hak orang lain.

“Undang-undang sudah jelas mengatur tata cara aksi agar aspirasi tersampaikan tanpa mengganggu masyarakat. Semua aturan dibuat demi keseimbangan,” katanya.

Arya juga mengingatkan peristiwa ricuh 29 Agustus lalu, di mana aksi damai mahasiswa berubah anarkis karena ditunggangi pihak tak bertanggung jawab.

“Itu bukan lagi mahasiswa, melainkan pelaku kriminal. Demokrasi harus dijaga agar tidak dimanfaatkan untuk merusak tatanan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 1408/Makassar, Franki Susanto, menekankan pentingnya peran pemuda menjaga idealisme dan semangat bela negara di tengah ancaman global.

“Ancaman saat ini bukan hanya perang fisik, tetapi juga perang hibrida: melalui media sosial, ekonomi, isu suku, agama, bahkan sejarah. Itu semua bisa dipakai untuk melemahkan bangsa,” jelas Franki.

Ia menegaskan bahwa TNI lahir dari rakyat dan selalu berdiri bersama rakyat. “NKRI harga mati. Mari kita jaga Makassar dengan semangat bela negara dan nasionalisme yang tinggi,” ujarnya.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah11 April 2026 19:28
Wagub Sulsel Tingkatkan Kapasitas Perempuan dan Pengelolaan Lingkungan di Pinrang
PINRANG, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan berkelanjutan ...
Daerah11 April 2026 18:25
Wagub Sulsel Tingkatkan Kapasitas Perempuan dan Pengelolaan Lingkungan di Pinrang
PINRANG Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan berkelanjutan m...
Politik11 April 2026 17:57
OC dan SC Golkar Matangkan Syarat Pencalonan Jelang Musda, Fokus pada Aturan dan Mekanisme
MAKASSAR, Trotoar.id — Organising Committee (OC) dan Steering Committee (SC) Partai Golkar kembali menggelar rapat lanjutan guna mematangkan persiap...
Daerah11 April 2026 16:22
Wagub Sulsel Akselerasi TPS3R Sidrap untuk Produktivitas dan Nilai Ekonomi
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi men...