DPRD Makassar

Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Warga Soal PKH dan KIS Saat Reses di Rappocini

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 16 Oktober 2025 17:41

Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Warga Soal PKH dan KIS Saat Reses di Rappocini
Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Warga Soal PKH dan KIS Saat Reses di Rappocini

MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, menggelar reses pertama masa persidangan I tahun sidang 2025/2026 di dua kelurahan, Kamis (16/10/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Lorong 11 Jalan Rappocini, Kelurahan Buakana, serta di Jalan Minasa Upa, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini.

Fasruddin yang akrab disapa Acil disambut hangat oleh warga di setiap titik reses. Sejumlah aparat kelurahan turut hadir mendampingi jalannya pertemuan tersebut.

Di Kelurahan Pisang Selatan, Acil menerima banyak keluhan terkait bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Warga mengaku tiba-tiba tidak lagi mendapatkan bantuan, padahal sebelumnya terdaftar sebagai penerima.

“Banyak warga yang mengeluh karena tiba-tiba sebelumnya dapat PKH, sekarang tidak dapat bantuan lagi,” ujar Acil.

“Saya sampaikan ke warga bahwa penerima PKH memang digilir agar lebih merata. Masih banyak masyarakat lain yang juga membutuhkan,” lanjut legislator Fraksi PPP itu.

Keluhan serupa juga muncul di Kelurahan Buakana, di mana sejumlah warga mengaku belum pernah menerima bantuan PKH sama sekali. Menanggapi hal itu, Acil meminta Lurah Buakana untuk segera melakukan pendataan ulang secara adil dan transparan.

“Saya akan follow up ini karena sebelumnya juga saya yang bantu akomodir warga di sini agar bisa dapat bantuan. Nanti kita sampaikan ke lurah,” katanya.

Selain PKH, aspirasi lain yang muncul berkaitan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Beberapa warga meminta agar bisa dialihkan dari BPJS Mandiri ke KIS agar memperoleh fasilitas kesehatan gratis.

“Untuk syaratnya, KTP-nya harus tercatat sebagai buruh. Kalau wiraswasta biasanya ditolak. Penting juga ada surat keterangan tidak mampu,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar warga rutin menggunakan kartu KIS agar status kepesertaan tetap aktif.

“KIS bisa tidak aktif kalau tidak digunakan selama tiga bulan berturut-turut. Banyak kejadian seperti itu,” terang Wakil Ketua Komisi C DPRD Makassar tersebut.

Di akhir pertemuan, Acil menegaskan bahwa semua aspirasi masyarakat akan terus dikawal, termasuk soal beasiswa pendidikan yang banyak diminta orang tua siswa.

“Beasiswa pendidikan ini memang terbatas kuotanya. Jadi kalau ada warga yang betul-betul membutuhkan, saya akan langsung tindak lanjuti,” tutupnya.MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, menggelar reses pertama masa persidangan I tahun sidang 2025/2026 di dua kelurahan, Kamis (16/10/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Lorong 11 Jalan Rappocini, Kelurahan Buakana, serta di Jalan Minasa Upa, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini.

Fasruddin yang akrab disapa Acil disambut hangat oleh warga di setiap titik reses. Sejumlah aparat kelurahan turut hadir mendampingi jalannya pertemuan tersebut.

Di Kelurahan Pisang Selatan, Acil menerima banyak keluhan terkait bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Warga mengaku tiba-tiba tidak lagi mendapatkan bantuan, padahal sebelumnya terdaftar sebagai penerima.

“Banyak warga yang mengeluh karena tiba-tiba sebelumnya dapat PKH, sekarang tidak dapat bantuan lagi,” ujar Acil.

“Saya sampaikan ke warga bahwa penerima PKH memang digilir agar lebih merata. Masih banyak masyarakat lain yang juga membutuhkan,” lanjut legislator Fraksi PPP itu.

Keluhan serupa juga muncul di Kelurahan Buakana, di mana sejumlah warga mengaku belum pernah menerima bantuan PKH sama sekali. Menanggapi hal itu, Acil meminta Lurah Buakana untuk segera melakukan pendataan ulang secara adil dan transparan.

“Saya akan follow up ini karena sebelumnya juga saya yang bantu akomodir warga di sini agar bisa dapat bantuan. Nanti kita sampaikan ke lurah,” katanya.

Selain PKH, aspirasi lain yang muncul berkaitan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Beberapa warga meminta agar bisa dialihkan dari BPJS Mandiri ke KIS agar memperoleh fasilitas kesehatan gratis.

“Untuk syaratnya, KTP-nya harus tercatat sebagai buruh. Kalau wiraswasta biasanya ditolak. Penting juga ada surat keterangan tidak mampu,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar warga rutin menggunakan kartu KIS agar status kepesertaan tetap aktif.

“KIS bisa tidak aktif kalau tidak digunakan selama tiga bulan berturut-turut. Banyak kejadian seperti itu,” terang Wakil Ketua Komisi C DPRD Makassar tersebut.

Di akhir pertemuan, Acil menegaskan bahwa semua aspirasi masyarakat akan terus dikawal, termasuk soal beasiswa pendidikan yang banyak diminta orang tua siswa.

“Beasiswa pendidikan ini memang terbatas kuotanya. Jadi kalau ada warga yang betul-betul membutuhkan, saya akan langsung tindak lanjuti,” tutupnya.

Penulis : Fajar

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 Mei 2026 21:53
Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 m...
Daerah05 Mei 2026 18:09
Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan un...
Politik05 Mei 2026 17:47
Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–20...
Metro05 Mei 2026 17:11
Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui Sidang Tim Koordinasi Pen...