Bulukumba

Kegiatan “Minum Kopi Gula Aren Peserta Terbanyak” Angkat UMKM Disabilitas sebagai Mitra Suplai

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 23 Oktober 2025 17:51

Kegiatan “Minum Kopi Gula Aren Peserta Terbanyak” Angkat UMKM Disabilitas sebagai Mitra Suplai

BULUKUMBA, Trootoar.id — Komitmen penyelenggara kegiatan Minum Kopi dengan Gula Aren Peserta Terbanyak tidak hanya terlihat dari upaya pencatatan rekor, tetapi juga dari keberpihakan terhadap pelaku ekonomi rentan. 

Kelompok Disabilitas Desa (KDD) Maju Jaya Bontomangiring ditunjuk sebagai salah satu penyuplai utama gula aren untuk kegiatan tersebut, menjadikannya simbol penguatan ekonomi inklusif di tingkat desa.

Ketua Badan Khusus Perwakilan KM Bulukumba Sulsel, Hendra Pachri, mengatakan bahwa keterlibatan kelompok disabilitas merupakan langkah nyata menghadirkan ruang partisipasi setara dalam kegiatan publik.

“Kami percaya setiap kelompok rentan baik disabilitas, perempuan, maupun lansia memiliki potensi besar. Tugas kita adalah membuka jalan, memberikan dukungan, dan memastikan mereka tidak berjalan sendiri,” ujarnya.

Menurut Hendra, kegiatan ini ingin menghadirkan standar baru penyelenggaraan event berbasis pemberdayaan masyarakat. 

“Keberhasilan bukan hanya soal jumlah peserta, tapi tentang siapa yang kita sertakan dalam prosesnya,” tambahnya.

Selain dari KDD Maju Jaya, suplai gula aren juga berasal dari petani aren di wilayah Kahayya, Borong Rappoa, dan Garuntungan yang merupakan mitra binaan panitia. 

Gula aren diolah dan dikemas dalam ukuran kecil, kemudian dibagikan kepada peserta bersama paket goodie bag.

Ketua panitia lokal, Rudi Tahas, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi petani lokal yang selama ini bekerja dalam sunyi.

“Setiap elemen dalam kegiatan ini diupayakan membawa pesan kebersamaan dan keberdayaan. Petani yang terlibat adalah bagian dari komunitas yang selama ini kami dampingi,” katanya.

Salah satu penyadap nira yang ikut berkontribusi adalah Sartia, anggota KDD Maju Jaya Bontomangiring. Ia merupakan penyandang disabilitas yang pernah mewakili Bulukumba dalam konferensi internasional bertema 

“Exploring the Practice of Restorative Justice Framework to Build Resilience and Address Climate Change Harms in Indonesia” di Universitas Brawijaya, Malang, pada 2024 lalu.

Panitia berharap, penyelenggaraan event ini dapat menjadi inspirasi di wilayah lain agar setiap festival, lomba, atau perayaan disertai dampak sosial yang lebih luas.

“Kami ingin Bulukumba dikenal bukan hanya karena kopi dan pinisi, tetapi karena keberaniannya merangkul semua warganya,” tutup Rudi. (*)

BULUKUMBA, Trootoar.id — Komitmen penyelenggara kegiatan Minum Kopi dengan Gula Aren Peserta Terbanyak tidak hanya terlihat dari upaya pencatatan rekor, tetapi juga dari keberpihakan terhadap pelaku ekonomi rentan. 

Kelompok Disabilitas Desa (KDD) Maju Jaya Bontomangiring ditunjuk sebagai salah satu penyuplai utama gula aren untuk kegiatan tersebut, menjadikannya simbol penguatan ekonomi inklusif di tingkat desa.

Ketua Badan Khusus Perwakilan KM Bulukumba Sulsel, Hendra Pachri, mengatakan bahwa keterlibatan kelompok disabilitas merupakan langkah nyata menghadirkan ruang partisipasi setara dalam kegiatan publik.

“Kami percaya setiap kelompok rentan baik disabilitas, perempuan, maupun lansia memiliki potensi besar. Tugas kita adalah membuka jalan, memberikan dukungan, dan memastikan mereka tidak berjalan sendiri,” ujarnya.

Menurut Hendra, kegiatan ini ingin menghadirkan standar baru penyelenggaraan event berbasis pemberdayaan masyarakat. 

“Keberhasilan bukan hanya soal jumlah peserta, tapi tentang siapa yang kita sertakan dalam prosesnya,” tambahnya.

Selain dari KDD Maju Jaya, suplai gula aren juga berasal dari petani aren di wilayah Kahayya, Borong Rappoa, dan Garuntungan yang merupakan mitra binaan panitia. 

Gula aren diolah dan dikemas dalam ukuran kecil, kemudian dibagikan kepada peserta bersama paket goodie bag.

Ketua panitia lokal, Rudi Tahas, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi petani lokal yang selama ini bekerja dalam sunyi.

“Setiap elemen dalam kegiatan ini diupayakan membawa pesan kebersamaan dan keberdayaan. Petani yang terlibat adalah bagian dari komunitas yang selama ini kami dampingi,” katanya.

Salah satu penyadap nira yang ikut berkontribusi adalah Sartia, anggota KDD Maju Jaya Bontomangiring. Ia merupakan penyandang disabilitas yang pernah mewakili Bulukumba dalam konferensi internasional bertema 

“Exploring the Practice of Restorative Justice Framework to Build Resilience and Address Climate Change Harms in Indonesia” di Universitas Brawijaya, Malang, pada 2024 lalu.

Panitia berharap, penyelenggaraan event ini dapat menjadi inspirasi di wilayah lain agar setiap festival, lomba, atau perayaan disertai dampak sosial yang lebih luas.

“Kami ingin Bulukumba dikenal bukan hanya karena kopi dan pinisi, tetapi karena keberaniannya merangkul semua warganya,” tutup Rudi. (*)

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah02 Mei 2026 23:37
Sekretaris Kwarcab Sidrap Buka Musyawarah Ranting Baranti 2026
SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026 di UPT SD Negeri 9 Benteng p...
Metro02 Mei 2026 23:34
Di Pelantikan HDCI, APPI Tawarkan Makassar sebagai Pusat Touring Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun kegiatan komunitas yang dige...
News02 Mei 2026 23:30
Pesan Wabup Nurkanaah untuk Wisudawan UT: Berikan Kontribusi Terbaik bagi Daerah
SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda Universitas Terbuka Makas...
News02 Mei 2026 23:15
Makassar Tembus Peringkat Nasional Kota Toleran
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional. Di tengah dinamika sosial...