Makassar, Trotoar.id — Dugaan monopoli pengelolaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan oleh putri Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Mahmud, memicu sorotan tajam publik setelah cuitan mantan Sekretaris BUMN, Said Didu, viral di platform X.
Melalui akun @Msaid_didu, Said Didu mempertanyakan klaim kepemilikan 41 dapur MBG yang dikelola putri salah satu elite Partai Gerindra tersebut. Ia menyindir apakah praktik seperti ini merupakan “awal dari Serakahnomic”—istilah yang merujuk pada perilaku rakus dalam pengelolaan program publik.
“Inikah praktik awal Serakahnomic? Setahu saya, Bapak Presiden @Prabowo yang juga pimpinan partai Bapak sedang memberantas Serakahnomic. Bagaimana mungkin Bapak mengelola 41 dapur tersebut?” tulis Said Didu dalam unggahannya yang ditujukan kepada Wakil Ketua DPRD Sulsel.
Baca Juga :
Cuitan itu langsung mendapat respons dari Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Prof Achmad Sufmi Dasco Ahmad. Melalui akun X @bang_dasco, Dasco menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap kader yang terlibat.
“Kita tertibkan,” tegas Dasco.
Isu ini mencuat setelah putri Yasir Mahmud, Yasika Auliya Rahmadani, secara terbuka mengaku mengelola 41 dapur MBG dalam sebuah acara peresmian Dapur MBG di Kabupaten Bone yang turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel. Pengakuan itu menimbulkan kegelisahan publik terkait potensi monopoli program pemerintah yang seharusnya dikelola secara adil dan tersebar merata.
Kontroversi semakin menguat setelah Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Dayang, membenarkan klaim tersebut.
“Saya mengecek ke dalam, ke orang yang melakukan verifikasi, dan benar (yang bersangkutan memiliki 41 dapur),” kata Nanik melalui pesan tertulis.
Pengakuan BGN ini mempertegas dugaan bahwa sejumlah dapur MBG di Sulsel dikelola oleh pihak-pihak yang memiliki kedekatan politik, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan pemerataan pengelolaan program strategis nasional tersebut.



Komentar