Bulukumba, Trotoar.id — Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, kembali mengukuhkan istrinya, Andi Herfida Muchtar, sebagai Bunda Literasi Kabupaten Bulukumba Masa Bakti 2025–2030.
Prosesi pengukuhan berlangsung di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Bulukumba, Rabu (26/11/2025), bertepatan dengan pembukaan Festival Literasi.
Pengukuhan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Andi Herfida Muchtar, setelah sebelumnya menjabat pada periode pertama kepemimpinan Andi Muchtar Ali Yusuf sebagai Bupati Bulukumba.
Baca Juga :
Prosesi ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan, penandatanganan berita acara, serta pemasangan salempang Bunda Literasi.
“Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, pada hari ini saya mengukuhkan Ir. Hj. Andi Herfida Muchtar sebagai Bunda Literasi Kabupaten Bulukumba Masa Bakti 2025–2030,” ujar Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dalam sambutannya.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Andi Herfida mampu mengemban amanah tersebut dengan baik.
“Saya percaya saudari mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Bunda Literasi dengan sebaik-baiknya. Selamat dan sukses,” kata bupati yang akrab disapa Andi Utta.
Setelah dikukuhkan, Andi Herfida Muchtar melanjutkan agenda dengan mengukuhkan para Bunda Literasi Kecamatan dan Bunda Literasi Desa/Kelurahan, sekaligus menyematkan salempang secara simbolis kepada perwakilan yang hadir.
Dalam sambutannya, Andi Herfida mengaku bersyukur kembali diberi amanah sebagai Bunda Literasi Bulukumba.
Ia menegaskan pentingnya memperluas jangkauan literasi hingga ke pelosok desa, melalui kolaborasi yang erat dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Pendidikan, serta para bunda literasi di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
“Literasi adalah tantangan bersama. Banyak anak-anak yang sudah tidak berminat membaca. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan perpustakaan dan kegiatan literasi lebih dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Andi Herfida juga mendorong adanya perpustakaan di berbagai fasilitas publik. Ia menyebut sejumlah gedung pemerintahan seperti Gedung Pinisi dan Gedung Ammatoa sebagai contoh tempat yang ideal untuk menghadirkan perpustakaan representatif.
“Kami berharap perpustakaan bisa hadir di setiap gedung, terutama gedung perkantoran yang banyak dikunjungi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyoroti pentingnya memperkuat literasi anak usia dini, mulai dari pengenalan huruf hingga kebiasaan membaca bersama orang tua.
Menurutnya, dongeng memiliki peran besar dalam membangun kecintaan anak terhadap bacaan. “Jika orang tua rajin membaca dan mendongengkan cerita kepada anaknya, itu akan menular hingga mereka dewasa,” jelasnya.
Andi Herfida mengajak seluruh pihak untuk membuat kegiatan literasi lebih menarik bagi anak-anak. Ia menilai buku anak harus didesain penuh warna dan visual yang menarik agar dapat memancing minat baca.
“Jangan hanya huruf-huruf tanpa gambar. Buku anak sebaiknya berwarna-warni agar mereka tertarik,” tambahnya.
Prosesi pengukuhan ini turut disaksikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Moh. Hasan Sijaya; Ketua Komisi I DPRD Bulukumba, Alkhaisar Jainar Ikrar; Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bulukumba, Emil Yusril; pejabat eselon II dan III Pemkab Bulukumba; para camat, kepala desa, lurah, serta puluhan tamu undangan.




Komentar