Pemkot Makassar

Penurunan Stunting di Makassar Capai 4 Persen, Program NPS Masuki Fase II

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 12 Desember 2025 13:49

Penurunan Stunting di Makassar Capai 4 Persen, Program NPS Masuki Fase II
Penurunan Stunting di Makassar Capai 4 Persen, Program NPS Masuki Fase II

MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Makassar kembali diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Makassar, PT Nusantara Infrastructure Tbk Group, RS Hermina Makassar, dan Rumah Zakat. 

Kerja sama ini resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Nusantara Peduli Stunting (NPS) Fase II, di Balai Kota Makassar, Jumat (12/12/2025).

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, M. Ramdani Basri, disaksikan jajaran OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, serta Bagian Kerja Sama.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat intervensi pelayanan kesehatan, edukasi gizi, serta dukungan lintas sektor, terutama melalui keterlibatan dunia usaha.

“Kolaborasi dengan PT Nusantara Infrastructure kami harapkan mampu memperluas jangkauan program dan menghadirkan dampak nyata bagi keluarga berisiko stunting di tingkat kelurahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan stunting di wilayah perkotaan membutuhkan intervensi yang kuat karena kompleksnya persoalan sosial dan beragamnya kondisi masyarakat. Sebelum intervensi dilakukan, angka stunting di Makassar tercatat cukup tinggi.

Munafri menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Nusantara Infrastructure melalui program CSR yang dinilai memberikan dampak signifikan. Tahun ini, Makassar berhasil menekan angka stunting hingga 4 persen.

“Kehadiran Nusantara Infrastructure benar-benar memberikan manfaat. Terbukti tahun ini kita mengalami penurunan stunting hingga 4 persen, berkat komitmen bersama,” ucapnya.

Menurutnya, isu stunting bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut masa depan generasi bangsa. Masih banyak keluarga yang membutuhkan dukungan agar anak-anak dapat tumbuh optimal.

Program NPS Fase I berlangsung sejak Oktober 2024 dengan sasaran anak-anak di RW 3 Kelurahan Pannampu. Seluruh anak penerima manfaat dinyatakan keluar dari status stunting berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis anak RS Hermina Makassar.

Selain itu, hampir seratus ibu hamil dari wilayah layanan tiga puskesmas di Kecamatan Tallo mendapatkan pemantauan kesehatan rutin, edukasi gizi, serta deteksi dini risiko kehamilan. Sejumlah kehamilan berisiko tinggi berhasil teridentifikasi dan ditangani tepat waktu.

Atas capaian ini, Program NPS meraih Genting Award 2025 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Masyarakat sebagai pengakuan atas kontribusi signifikan dalam penurunan stunting di tingkat daerah.

Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, M. Ramdani Basri, menyebut keberhasilan fase pertama menjadi fondasi penting untuk memperluas jangkauan program pada fase kedua.

“Program ini menjadi bukti komitmen kami mendukung pemerintah membangun generasi yang lebih sehat dan kuat. Fase kedua kami harap memberikan manfaat lebih luas dan dapat direplikasi di daerah lain,” jelas Ramdani.

Pada Fase II, penerima manfaat kategori anak-anak bergeser ke RW 4 Kelurahan Pannampu, sementara program untuk ibu hamil difokuskan pada wilayah layanan Puskesmas Kaluku Bodoa.

Seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan intensif berupa pemeriksaan dokter spesialis, edukasi gizi dan pola asuh, pemberian vitamin serta makanan tambahan, hingga pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

Program ini juga menghadirkan pelatihan kader posyandu untuk memperkuat kapasitas komunitas dalam edukasi kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara mandiri.

Munafri berharap kerja sama ini dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Makassar. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan penurunan stunting.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan terima kasih atas komitmen dan kerja sama untuk saling berbagi dan memberikan dampak nyata,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah anak dan keluarga penerima manfaat Fase I menerima penghargaan sebagai apresiasi atas keberhasilan keluar dari status stunting. 

Penghargaan itu menjadi simbol keberhasilan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, pihak swasta, dan masyarakat dalam memastikan tumbuh kembang anak kembali pada jalur yang sehat.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 Agustus 2026 15:16
BBNKB dan PBBKB Tak Naik, Prof Marsuki: Pilihan Rasional Jaga Daya Beli Masyarakat
MAKASSAR — Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mempertahankan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Bahan...
Daerah29 Agustus 2026 14:20
Tak Punya Latar Belakang Kuliner, Halim Bangun Kapurung Al Fazza dan Buka Lapangan Kerja di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.idTrotoar.id — Tidak memiliki pengalaman memasak maupun latar belakang bisnis bukan alasan bagi Halim untuk mengurungkan niat menjad...
Metro29 Agustus 2026 12:23
Gubernur Andi Sudirman Kick Off Piala Gubernur Sulsel 2026, Rp500 Juta Diperebutkan
PAREPARE, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman resmi membuka Piala Gubernur Sulsel 2026 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kot...
Daerah28 Agustus 2026 22:23
KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.id — Sebuah produk kuliner tak pernah benar-benar lahir dari satu tangan. Di balik seporsi kue yang sampai ke meja pelanggan, ada pe...