MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhiddin Said, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel akan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Januari 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Muhiddin usai mendengarkan aspirasi dari berbagai elemen Partai Golkar, mulai dari pengurus DPD II, Fraksi Partai Golkar, hingga organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar dalam agenda silaturahmi bersama seluruh elemen Golkar Sulsel.
“Semua aspirasi dan kehendak kader sudah saya dengar dan akan saya sampaikan ke Ketua Umum. Terkait jadwal Musda, Insya Allah akan kita laksanakan pada minggu ketiga Januari,” tegas Muhiddin Said.
Baca Juga :
Muhiddin mengungkapkan, saat ini sudah mulai mengemuka sejumlah nama bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Dari internal partai, tercatat empat bupati dan satu wali kota yang disebut siap maju dalam kontestasi kepemimpinan tersebut.
Sementara dari unsur eksternal, beberapa nama yang juga diperbincangkan antara lain Ilham Arief Sirajuddin serta Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo.
Meski demikian, Muhiddin menegaskan bahwa siapa pun yang ingin maju harus memiliki kemampuan mempersatukan seluruh kader dan menjaga soliditas partai.
Ia juga menekankan, Ketua Golkar Sulsel ke depan harus menjadi figur pemersatu, bukan sebaliknya.
“Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang mampu merangkul semua kader, menjaga marwah partai, dan memenuhi seluruh persyaratan sebagai calon Ketua Golkar Sulsel,” ujarnya.
Muhiddin juga menyinggung soal persyaratan administrasi dan etika kepartaian. Ia menegaskan bahwa calon ketua tidak boleh memiliki konflik kepentingan, termasuk keterikatan keluarga inti yang aktif di partai politik lain.
Jika hal itu terjadi, maka dengan sendirinya dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Dengan penegasan jadwal Musda dan proses penjaringan yang mulai berjalan,
Muhiddin berharap seluruh kader Partai Golkar Sulsel tetap menjaga kekompakan serta mendukung proses konsolidasi organisasi demi memperkuat posisi Golkar dalam peta politik Sulawesi Selatan ke depan.




Komentar