MAKASSAR, Trotoar.id – Komitmen menjaga rasa aman, toleransi, dan kebersamaan ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memantau pelaksanaan Misa Malam Natal 2025 di Kota Makassar yang berjalan aman, tertib, dan penuh ketenangan.
Orang nomor satu di Kota Makassar itu didampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama jajaran Forkopimda Sulsel dan Kota Makassar, seperti Polda Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, serta Polrestabes Makassar.
Baca Juga :
Kehadiran mereka menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam menjamin kebebasan beribadah sekaligus memperkuat nilai toleransi antar umat beragama di Kota Daeng.
Pemantauan pertama dilakukan di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Makassar di Jalan Balaikota sekitar pukul 19.40 Wita.
Gereja bersejarah yang berdiri sejak 1885 ini berada di sisi timur Balai Kota Makassar dan menjadi bagian penting dari perjalanan panjang toleransi di kota ini.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan pemantauan ke Gereja Katedral Makassar di Jalan Kajaolalido pada pukul 20.30 Wita.
Gereja yang dibangun sejak akhir abad ke-19 tersebut tampak dipadati jemaat yang mengikuti misa dengan khusyuk, di tengah pengamanan yang ketat namun tetap humanis.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pemantauan perayaan Natal ini membawa pesan kuat bahwa Makassar adalah rumah bersama bagi seluruh umat beragama.
“Inilah wujud menjaga toleransi, saling menghormati, menjunjung tinggi persaudaraan, dan kedamaian,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, Fathur Rahim.
Khusus di Jemaat Immanuel, Appi menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya untuk memastikan keamanan perayaan Natal, tetapi juga menjadi momentum membicarakan rencana revitalisasi gereja sebagai bagian dari warisan sejarah Kota Makassar.
“Kami berdiskusi dengan pendeta dan pengurus gereja mengenai proses perbaikan yang akan kita lakukan ke depan,” ungkapnya.
Munafri menyebut bahwa Gereja Immanuel memiliki nilai sejarah tinggi dan setara dengan situs cagar budaya lain di Makassar seperti Fort Rotterdam, sehingga keaslian dan bentuknya wajib dijaga.
“Gereja ini sama halnya dengan Fort Rotterdam, merupakan cagar budaya yang harus dipertahankan. Ini adalah warisan yang tidak akan bisa kita dapatkan kembali jika tidak dijaga dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar memiliki tanggung jawab menjaga bangunan bersejarah sekaligus rumah ibadah sebagai bagian dari identitas kota.
“Ini bagian penting dari sejarah Kota Makassar yang harus terus kita rawat,” tuturnya.
Melalui revitalisasi yang direncanakan bersama pihak gereja, ia berharap bangunan tersebut tidak hanya semakin nyaman sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi daya tarik sejarah bagi masyarakat luas.
Ketua Golkar Makassar itu juga berharap perhatian pemerintah terhadap rumah ibadah dapat semakin menguatkan nilai toleransi masyarakat.
“Dengan perhatian ini, kita ingin toleransi antarumat beragama di Kota Makassar semakin baik ke depannya,” harapnya.
Munafri menegaskan bahwa pembangunan Kota Makassar harus dilakukan secara kolektif dalam bingkai keberagaman.
“Kota ini harus dibangun bersama. Tidak bisa hanya oleh satu kelompok saja. Keberagaman dan kebersamaan itu mutlak,” tegasnya.
Ketua IKA FH Unhas tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan harmonisasi antarumat beragama.
“Saya mengajak seluruh jemaat, pendeta, dan pengurus gereja untuk terus menjaga kerukunan demi masa depan Kota Makassar yang lebih baik,” ajaknya.
Di akhir sambutannya,
Wali Kota Makassar menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan Selamat Merayakan Hari Natal. Semoga Tuhan memberkati,” pungkasnya.




Komentar