Musda Golkar Sulsel

Menjelang Musda Golkar Sulsel, Munafri Kantongi 19 Dukungan DPD II, Bagaimana Andi Ina Dan IAS? 

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 28 Desember 2025 20:59

Menjelang Musda Golkar Sulsel, Munafri Kantongi 19 Dukungan DPD II, Bagaimana Andi Ina Dan IAS? 
Menjelang Musda Golkar Sulsel, Munafri Kantongi 19 Dukungan DPD II, Bagaimana Andi Ina Dan IAS? 

MAKASSAR, Trotoart.id  — Peta dukungan jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai mengerucut. 

Seiring mendekatnya pelaksanaan Musda yang dijadwalkan pada pekan ketiga Januari 2026, dukungan terhadap calon ketua semakin terlihat jelas arah kekuatannya.

Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), saat ini menjadi figur dengan dukungan terbesar. Hingga kini sedikitnya 19 DPD II kabupaten/kota yang memiliki hak suara penuh telah menyatakan dukungan resmi kepada dirinya.

Jumlah tersebut dinilai sudah lebih dari cukup untuk menempatkan Appi sebagai kandidat terkuat. Sejumlah pihak bahkan menyebut secara matematis peluang Appi memimpin Golkar Sulsel periode mendatang berada pada posisi paling realistis dibanding kandidat lain.

Namun, dinamika internal Golkar Sulsel masih menarik untuk dicermati. Dua figur lain yang sejak awal disebut sebagai pesaing potensial, yakni Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS), hingga kini belum terlihat mengantongi dukungan DPD II.

Padahal keduanya sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat kuat dan dinilai memiliki modal politik yang besar. 

Namun realitas peta dukungan di tingkat DPD II menunjukkan hingga saat ini belum ada rekomendasi resmi yang mengalir untuk keduanya.

Meski demikian, kondisi politik belum sepenuhnya tertutup. Masih terdapat lima DPD II yang belum menyatakan sikap. Situasi ini membuat peluang dinamika politik pada detik-detik terakhir menjelang Musda tetap terbuka kemungkinan pergeseran arah dukungan.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai keputusan akhir kursi Ketua Golkar Sulsel tidak hanya ditentukan oleh akumulasi dukungan DPD II. 

Figur Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, diyakini tetap memiliki pengaruh penting dalam menentukan arah kepemimpinan Golkar Sulsel mendatang.

Belakangan juga muncul kabar bahwa DPP Golkar mendorong Andi Ina Kartika Sari sebagai calon alternatif. Namun informasi yang berkembang menyebutkan, 

Andi Ina dikabarkan tidak akan maju jika Munafri Arifuddin resmi bertarung, karena memilih mengedepankan kebersamaan internal ketimbang harus berhadap-hadapan langsung di Musda.

Sementara itu, kubu pendukung Munafri menilai dukungan 19 DPD II merupakan representasi aspirasi mayoritas kader Golkar di daerah. Mereka menilai capaian politik Appi di Makassar, termasuk kemenangan Golkar pada Pilkada Makassar 2024 dan peningkatan kursi DPRD, menjadi salah satu alasan kuat kepercayaan kader.

Dengan komposisi dukungan yang semakin terbuka, Musda Golkar Sulsel diprediksi akan menjadi salah satu momentum politik penting di awal tahun 2026. Publik dan internal Golkar kini menantikan bagaimana sikap akhir DPP serta arah politik lima DPD II yang belum menentukan pilihan.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 Juni 2026 15:17
Dukung Pengembangan Stadion Untia, PIP Makassar Serahkan Aset ke Pemkot
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menerima penyerahan aset dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar sebagai bagian dari dukungan ...
Daerah04 Juni 2026 22:21
Jelang Porsenijar 2026, Bupati Sidrap Minta Panitia Fokus Tuntaskan Persiapan
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah memimpin rapat pemantapan pelaksanaan Pekan Olahrag...
Nasional04 Juni 2026 20:46
BPK Instruksikan Pembenahan Terhadap Tiga Temuan LHP
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ...
Parlemen04 Juni 2026 20:40
DPRD Minta PT SCI Segera Lunasi Utang Ke PT Waskita Karya
MAKASSAR, Trotoar.id — Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas polemik proyek pembangunan senilai lebih ...