BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mengajak masyarakat mengoptimalkan lahan tidur melalui pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan bernilai ekonomi.
Ajakan tersebut disampaikan saat berdialog dengan Kelompok Tani Perhutanan Sosial di Desa Palakka, Kecamatan Barru, Minggu sore (11/1/2026).
Abustan mengungkapkan, Desa Palakka memiliki potensi sekitar 99 hektare lahan perhutanan sosial yang siap dikembangkan menjadi kawasan budidaya kopi rakyat.
“Ini potensi besar. Kalau dikelola dengan baik, Palakka bisa menjadi sentra kopi baru di Barru,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan kopi tidak hanya sebatas penanaman, tetapi harus didukung dengan sistem yang terintegrasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi petani.
Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan pendampingan menyeluruh mulai dari penyediaan bibit, teknik budidaya, pemeliharaan, hingga pengolahan pascapanen dan pemasaran.
“Pemerintah tidak hanya mengajak menanam, tetapi memastikan hasilnya memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Ajakan tersebut disambut positif oleh kelompok tani. Warga menyatakan kesiapan mengelola lahan yang selama ini belum produktif menjadi sumber pendapatan baru.
Selain itu, Pemkab Barru juga mendorong penguatan hilirisasi serta pengembangan merek Kopi Barru agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
Dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk memperluas akses pasar dan memperkuat rantai distribusi hasil kopi petani.
Program perhutanan sosial juga akan terus dimaksimalkan, dengan potensi pengembangan lahan hingga ribuan hektare untuk mendukung pertumbuhan sektor perkebunan berbasis masyarakat.
“Kalau dimanfaatkan dengan baik, Barru bisa memiliki kopi unggulan sendiri,” kata Abustan.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Desa Palakka, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas setempat.




Komentar