Makassar, Trotoar.id — Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PENGPROV PORDI) Sulawesi Selatan resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2030. Pelantikan berlangsung di Maxone Hotel Makassar, Rabu malam (21/1/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh penting daerah.
Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Yasir Machmud, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua Pengurus Besar (PB) PORDI Andi Jamaro Dulung, Sekretaris Jenderal PB PORDI Prof. Mansyur, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan.
Dalam rangkaian Musyawarah Provinsi (Musprov) PORDI Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua PENGPROV PORDI Sulawesi Selatan.
Baca Juga :
IAS menjadi calon tunggal dalam Musprov yang dihadiri oleh 17 pengurus PORDI kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan, dan memperoleh dukungan penuh dari seluruh peserta.
Selain IAS, turut dilantik sejumlah pengurus lainnya, di antaranya Sekretaris Komisi B DPRD Sulsel Zulfikar Limolang dan Anggota Komisi A DPRD Sulsel Fadriaty AS.
Dalam sambutannya, IAS menegaskan bahwa olahraga domino memiliki nilai strategis sebagai media membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa PORDI harus menjadi organisasi yang inklusif dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat.
“Domino bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana membangun persatuan dan nilai-nilai sosial. Ke depan, PORDI Sulsel harus dikelola secara profesional dan terbuka,” ujar IAS.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan pengurus PORDI Sulsel.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan olahraga, baik yang berorientasi prestasi maupun rekreasi.
Pelantikan PENGPROV PORDI Sulawesi Selatan periode 2026–2030 ini diharapkan menjadi momentum awal untuk mendorong kemajuan olahraga domino yang lebih terstruktur, berdaya saing, dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.




Komentar