MAKASSAR , Trotoar.id – Kehadiran Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai menjadi energi baru bagi seluruh kader PSI di Indonesia.
Momentum tersebut sekaligus menebalkan optimisme bahwa PSI mampu meraih kursi signifikan di DPR RI pada Pemilu 2029 mendatang.
Hal itu disampaikan Sekjretarus Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juni Antoni kepada awak media usai menghadirkan Rakernas PSI .
Baca Juga :
Ia menilai pesan-pesan yang disampaikan Jokowi memiliki makna strategis bagi masa depan PSI, meskipun secara formal Jokowi belum masuk dalam struktur kepengurusan partai.
“Kehadiran Pak Jokowi hari ini menjadi pemompa semangat seluruh kader PSI dan menebalkan keyakinan bahwa PSI akan mampu meraih kursi yang signifikan di DPR RI pada 2029,” ujarnya.
Menurutnya, pernyataan Jokowi dalam Rakernas juga dapat dimaknai sebagai ajakan terbuka kepada para relawan dan pendukung Jokowi di seluruh Indonesia untuk bergabung bersama PSI.
“Meski secara legal formal beliau belum berada di PSI, pernyataannya cukup eksplisit mengundang para relawan, Jokower, pecinta Pak Jokowi, dan pemilih Pak Jokowi untuk berbondong-bondong bergabung dengan PSI,” jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai peran, mulai dari mendaftar sebagai anggota secara daring, menjadi pengurus, hingga menjadi relawan di tingkat TPS.
“Pola kepemimpinan Pak Jokowi yang dirasakan manfaatnya selama 10 tahun memimpin bangsa ini masih relevan dan bisa diteruskan melalui Partai Solidaritas Indonesia,” katanya.
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait kemungkinan Jokowi masuk dalam struktur kepengurusan PSI, ia menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi.
“Belum ada, belum diumumkan, belum ada urusan itu,” ujarnya singkat.
Terkait isu perombakan struktur partai, ia menyebut PSI menerapkan sistem meritokrasi berbasis kinerja.
Pengurus di tingkat DPW maupun DPD yang tidak memenuhi standar kinerja akan dievaluasi secara otomatis melalui sistem aplikasi internal partai.
“Kami merit-based. Kalau tidak perform, tidak memenuhi KPI, maka secara otomatis bisa ditolak oleh sistem, bahkan dicabut SK-nya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, aplikasi tersebut menjadi alat pemantau data partai secara real-time, mulai dari jumlah pengurus, anggota, hingga kelengkapan verifikasi struktur.
“Aplikasi ini memudahkan koordinasi DPP, DPW, DPD sampai DPC. Semua data bisa dipantau langsung dan transparan,” jelasnya.
Menutup keterangannya, ia optimistis target penyelesaian struktur partai hingga tingkat bawah dapat tercapai lebih cepat dari tenggat waktu yang disampaikan Jokowi.
“Insyaallah, bahkan bisa lebih cepat dari akhir tahun,” pungkasnya.











Komentar