SIDRAP, Trotoar.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini menunjukkan kinerja sektor pertanian daerah yang terus menguat dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan.
Berdasarkan data angka sementara BPS tahun 2025, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) tercatat mencapai 556.362 ton.
Baca Juga :
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 108.506 ton atau 24,23 persen dibandingkan produksi padi tahun 2024 yang berada pada angka 447.865 ton-GKG.
Sementara itu, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada tahun 2025 tercatat sebesar 663.819 ton. Jumlah ini meningkat 129.463 ton atau 24,23 persen dibandingkan produksi padi tahun 2024 yang tercatat 534.355 ton-GKP.
Peningkatan produksi padi ini mencerminkan keberhasilan petani dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika harga sarana produksi.
BPS mencatat, kenaikan produksi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh satu musim tanam tertentu, melainkan merupakan akumulasi dari seluruh periode tanam yang berlangsung sepanjang tahun 2025.
Hal ini dikonfirmasi melalui hasil komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dengan BPS, yang menegaskan bahwa data produksi padi tersebut merupakan total produksi tahunan, bukan hasil dari satu kali panen.
Pemerintah Kabupaten Sidrap menilai capaian ini sebagai indikator positif atas berbagai program dan kebijakan yang telah dijalankan untuk mendukung sektor pertanian, khususnya pada komoditas padi.
Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui optimalisasi lahan pertanian, pendampingan kepada petani, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan sarana produksi.
Selain itu, peran petani yang konsisten menjaga pola tanam dan produktivitas lahan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi padi di daerah.
Dengan capaian tersebut, Sidrap kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah sentra produksi padi dan lumbung pangan utama di Provinsi Sulawesi Selatan.
Peningkatan produksi padi juga diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani, serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di daerah.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sidrap optimistis sektor pertanian akan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus memperkuat peran strategis Sidrap dalam mendukung ketahanan pangan regional maupun nasional.











Komentar