Angkatan Laut

RSAL Jala Ammari Tangani Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 03 Februari 2026 15:12

RSAL Jala Ammari Tangani Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar

MAKASSAR, Trotoar.id – TNI Angkatan Laut melalui Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari Kodaeral VI bergerak cepat dan sigap menangani para korban kecelakaan kapal nelayan Rismawati Indah yang terbakar di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Selasa (3/2/2026).

Insiden tersebut terjadi saat proses pembongkaran hasil tangkapan ikan.
Akibat kejadian itu, sebanyak sembilan orang korban yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda-beda.

Seluruh korban segera dievakuasi ke RSAL Jala Ammari Kodaeral VI untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Adapun identitas korban masing-masing yakni Dg. Gassing (37) mengalami luka berat, Dg. Lanti’ (60) luka berat, Dg. Tangga (65) luka ringan, Rusli Dg. Ngewa (45) luka berat, Dg. Rahmat (44) luka berat, Dg. Itung (35) luka berat, Ardi (16) luka berat, Putra (16) luka berat, serta Irisanga Dg. Gadding (65) luka berat.
Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI, Letkol Laut (K) dr. Suhadi, M.K.K., Sp.KL., Subsp. P.H (K), AIFO-K, CHQP, MQM, C.PML, FIHFAA., menjelaskan bahwa setibanya di rumah sakit, seluruh korban langsung mendapatkan penanganan awal berupa triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD), yakni penentuan prioritas tindakan medis berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.

“Korban yang mengalami luka langsung kami obati, korban dengan luka bakar kami tangani menggunakan fasilitas Hyperbaric Chamber, dan bagi korban yang mengalami patah tulang akan dilakukan tindakan operasi sesuai indikasi medis,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis secara cepat dan maksimal di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.

“Apabila terdapat korban yang memerlukan penanganan medis lanjutan, maka akan kami rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas sesuai kebutuhan medis korban,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dankodaeral VI juga mengimbau masyarakat, khususnya para pelaku aktivitas di kawasan pelabuhan, agar meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama terkait kondisi mesin dan material yang berpotensi memicu kecelakaan.

TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat, sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara serta kepedulian terhadap keselamatan nelayan sebagai bagian penting dari ekonomi maritim Indonesia.

Kalau mau dibuat versi lebih singkat untuk breaking news, difokuskan pada peran medis RSAL, atau ditajamkan untuk angle kemanusiaan, tinggal bilang—siap saya sesuaikan.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen26 Juli 2026 17:27
Ketua DPRD Sulsel Hadiri Haul Akbar ke-3 Syekh Yusuf Al-Makassari, Ajak Teladani Perjuangan dan Akhlak Sang Ulama Besar
GOWA, Trotoar.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A. Rachmatika Dewi, menghadiri Haul Akbar ke-3 Syekh Yusuf Al-Makassari Tuanta Salamaka Ri ...
Daerah26 Juli 2026 17:24
Cegah Nyeri Akibat Kerja, Tim Fisioterapi Unhas Latih Kelompok Wanita Tani di Bulukumba
Bulukumba, Trotoar.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanak...
Metro26 Juli 2026 17:17
BKPSDM Makassar Luncurkan AKSI ASN, Inovasi Berbasis AI untuk Tingkatkan Kompetensi dan Kinerja Aparatur
Makassar, Trotoar.id— Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar terus mempercepat transformasi birokrasi mel...
Parlemen26 Juli 2026 12:32
Rahman Pina Hadiri Minggu Gembira Dies Natalis ke-65 UNM
Makassar, Trotoar.id – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Rahman Pina, menghadiri kegiatan Minggu Gembira Dies Natalis ke-65 Universitas ...