BULUKUMBA, Trotoarr.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba resmi meluncurkan batik Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaru yang akan digunakan di lingkungan Pemkab Bulukumba mulai tahun 2026.
Peluncuran ini menandai lahirnya usaha batik pertama berbasis produksi lokal di daerah berjuluk Butta Panrita Lopi tersebut.
Peluncuran batik ASN ini digelar dalam rangkaian malam puncak perayaan Hari Jadi Bulukumba ke-66 yang berlangsung di Panggung Utama Pantai Merpati, Rabu malam, 4 Februari 2026, dan disaksikan ribuan masyarakat.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf secara simbolis meluncurkan batik tersebut, didampingi Wakil Bupati Andi Edy Manaf serta Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida Muchtar. Turut hadir Ketua Kelompok Membatik Bunga Mawar Desa Topanda, Andi Mawar.
Dalam prosesi peluncuran, sejumlah ASN tampil di atas panggung mengenakan batik resmi tersebut, menambah kemeriahan acara dan menarik perhatian para pengunjung yang memadati kawasan Pantai Merpati.
Batik ASN Bulukumba ini memiliki nilai istimewa karena sepenuhnya diproduksi oleh perajin lokal.
Jika sebelumnya seragam batik ASN didatangkan dari luar daerah, kini batik tersebut merupakan hasil karya ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Membatik Bunga Mawar Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale.
Kelompok membatik ini merupakan binaan Dekranasda dan TP PKK Bulukumba yang mulai menekuni usaha batik sejak Desember 2025. Meski tergolong baru, kualitas serta desain batik yang dihasilkan dinilai mampu bersaing dengan produk batik dari daerah lain.
Secara visual, batik ASN Bulukumba didominasi warna jingga yang dipadukan dengan hijau daun.
Motifnya menampilkan kekhasan daerah, seperti perahu Pinisi sebagai simbol maritim, nuansa adat Kajang yang sarat makna budaya, serta unsur tarian tradisional yang mencerminkan dinamika seni lokal.
Ke depan, batik ini akan ditetapkan sebagai pakaian dinas wajib ASN lingkup Pemkab Bulukumba dan digunakan setiap hari Jumat sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas lahirnya batik ASN karya masyarakat Bulukumba. Menurutnya, batik tersebut bukan sekadar seragam, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan daerah.
“Ini menjadi bukti bahwa Bulukumba mampu menghasilkan karya berkualitas dari tangan-tangan kreatif masyarakatnya sendiri,” ujar Bupati yang akrab disapa Andi Utta.
Salah satu ASN Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bulukumba, Hamzir Arsyad, mengaku bangga mengenakan batik produksi lokal tersebut. Ia menilai kualitasnya tidak kalah dengan batik dari luar daerah.
“Desainnya menarik dan kualitas kainnya sangat baik. Ini patut kita banggakan,” katanya.
Sebagai informasi, usaha membatik ini merupakan hasil inisiasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba bekerja sama dengan Dekranasda.
Pada Desember 2025, puluhan calon pembatik mendapat pelatihan dan pendampingan dari narasumber profesional asal Yogyakarta, sehingga kelompok yang sebelumnya hanya memproduksi kain pantai kini telah mampu menghasilkan batik khas Bulukumba secara mandiri. (*)











Komentar