SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah, menghadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Kabupaten Sidrap yang digelar di Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kaderisasi Muhammadiyah sebagai pilar kemajuan umat dan daerah.
Resepsi tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap Haslindah Syaharuddin, anggota DPRD Daerah Pemilihan Pitu Riase, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, kepala bagian Setda, perwakilan Kapolres Sidrap dari Kasat Intel, serta para direktur rumah sakit.
Baca Juga :
Hadir pula para kepala desa se-Kabupaten Sidrap, Forkopimcam Pitu Riase, tokoh agama, tokoh masyarakat, warga Persyarikatan Muhammadiyah, serta undangan lainnya yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang selama ini konsisten meningkatkan kualitas umat dan masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya peran Muhammadiyah dalam pembangunan daerah melalui penguatan kaderisasi.
“Selamat Milad Muhammadiyah ke-113. Semoga Muhammadiyah terus menjadi organisasi yang maju dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas umat dan masyarakat,” ujarnya.
Syaharuddin berharap Muhammadiyah terus melahirkan kader-kader yang tangguh, berintegritas, dan berprestasi, sehingga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Mustari Bosra, menyampaikan bahwa Muhammadiyah sejak sebelum kemerdekaan telah menjadi pelopor kemajuan di berbagai sektor kehidupan dan turut berperan dalam perjuangan bangsa.
“Muhammadiyah sejak sebelum kemerdekaan telah menjadi pelopor di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sektor kehidupan lainnya.
Bahkan, turut bersama para pejuang dalam memerdekakan bangsa ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, lebih dari 20 pahlawan nasional merupakan kader Persyarikatan Muhammadiyah.
Menurutnya, Muhammadiyah yang lahir jauh sebelum Republik Indonesia berdiri juga dikenal sebagai organisasi dengan pertumbuhan paling dinamis, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global.
Dengan jaringan 168 perguruan tinggi serta amal usaha yang luas, Muhammadiyah dinilai memiliki potensi besar menjadi gerakan Islam global yang berkemajuan.
“Sebagai guru ilmu sejarah, saya menilai Muhammadiyah paling memungkinkan menjadi gerakan Islam global karena memadukan tiga pendekatan utama dalam gerakan Islam,” katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidrap, Dr. Syamsu Tang, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya Milad Muhammadiyah ke-113.
Ia menjelaskan tema “Besar Memajukan Kesejahteraan Bangsa” merupakan refleksi dari perjalanan panjang Muhammadiyah dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.
“Kita memasuki 98 tahun Muhammadiyah di Kabupaten Sidenreng Rappang. Alhamdulillah, Milad berjalan sukses. Muhammadiyah berdiri jauh sebelum negeri ini berdiri dan terus bergerak membangun serta memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Herman Dema, menegaskan bahwa Milad Muhammadiyah bukan sekadar peringatan ulang tahun organisasi, tetapi momentum muhasabah untuk memperkuat semangat perjuangan dan meneguhkan kembali cita-cita Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang membawa kecerahan dan kemajuan.
Ia menambahkan, berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan moral generasi muda, serta dinamika perubahan global, menuntut persatuan dan penguatan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Oleh karena itu, Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, organisasi otonom, amal usaha Muhammadiyah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus hadir sebagai solusi.
Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 di Sidrap juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, di antaranya penampilan Tapak Suci dan kegiatan keumatan lainnya.











Komentar