Pemkot Makassar

Di Hadapan Emak-Emak PKK, Appi: Relakan Suami Bekerja untuk Majukan Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 13 Februari 2026 19:41

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan pesan tegas namun penuh kehangatan di hadapan para Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK se-Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan pesan tegas namun penuh kehangatan di hadapan para Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK se-Kota Makassar.

MAKASSAR, Trotoar.id  — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan pesan tegas namun penuh kehangatan di hadapan para Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK se-Kota Makassar. 

Dalam suasana pelantikan yang berlangsung di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan Walikota, Jumat (13/2/2026).

Munafri akrab disapa Appi menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menunjang kinerja aparatur pemerintahan, khususnya para camat.

Dalam arahannya, Appi menyinggung perjanjian kinerja yang baru saja ditandatangani para camat. 

Ia menegaskan bahwa dokumen tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata yang akan sangat memengaruhi perjalanan karier dan evaluasi jabatan ke depan. 

Target yang tertuang di dalamnya harus diwujudkan melalui kerja terukur dan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, keberhasilan seorang camat tidak hanya ditentukan oleh kapasitas manajerial dan kepemimpinan di wilayahnya, tetapi juga oleh stabilitas dan ketenangan di lingkungan keluarga. 

Karena itu, peran istri sebagai Ketua TP PKK kecamatan dinilai sangat strategis dalam memberikan dukungan moral maupun emosional.

“Saya berharap Ibu PKK inilah yang menjadi supporting utama dalam kegiatan Bapak Camat ke depan,” ujar Appi di hadapan para undangan yang hadir, termasuk Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, yang juga menjabat Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD Kota Makassar periode 2025–2030.

Appi menyadari bahwa dinamika persoalan di tingkat kecamatan sangat kompleks. Mulai dari pelayanan publik, persoalan sosial, hingga pengendalian ketertiban wilayah menjadi tantangan sehari-hari para camat. 

Oleh sebab itu, ia berpesan agar persoalan rumah tangga tidak menjadi beban tambahan yang dapat mengganggu fokus dan konsentrasi kerja.

Dengan nada bercanda yang disambut tawa hadirin, ia meminta para istri camat untuk tidak menambah persoalan domestik yang tidak perlu. 

“Relakan camat bekerja. Saya sangat yakin bapak camat ini tidak akan mempertaruhkan jabatan dan nama baiknya hanya untuk bermain-main dalam pekerjaannya,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Ia juga menyinggung fenomena media sosial yang kerap memicu kesalahpahaman dalam rumah tangga. Menurutnya, tidak semua hal perlu dibesar-besarkan atau ditanggapi secara emosional. 

Kepercayaan dan komunikasi yang baik menjadi benteng utama dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Appi menegaskan bahwa fondasi keluarga yang kuat bertumpu pada sikap saling mendukung dan memahami. Dalam keluarga, tidak ada yang lebih dominan atau lebih utama; yang ada adalah kerja sama dan rasa saling menghargai. 

Menunjukkan keharmonisan di depan anak-anak, katanya, merupakan contoh nyata pendidikan karakter sejak dini.

Lebih jauh, Munafri mengaitkan peran keluarga dengan visi besar pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045. 

Ia menilai PKK dan Bunda PAUD memiliki posisi sentral dalam membangun fondasi tersebut, terutama dalam aspek kesehatan, gizi, pendidikan karakter, dan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, perhatian terhadap asupan gizi, pola asuh, hingga keteladanan orang tua akan menentukan kualitas generasi mendatang. 

“PKK beserta Bunda PAUD harus menjadi fondasi awal yang kuat untuk menciptakan generasi emas 2045. Karena dari keluarga semuanya dimulai,” tegasnya.

Sebagai mantan CEO PSM Makassar, Appi mengaku terbiasa bekerja dengan target dan disiplin tinggi. 

Nilai yang sama, katanya, harus diterapkan dalam tata kelola pemerintahan, termasuk dalam membangun sinergi antara tugas publik dan kehidupan keluarga.

Menutup sambutannya, Munafri mengingatkan bahwa tidak ada rumah tangga yang sepenuhnya bebas dari persoalan. 

Namun, komunikasi yang terbuka dan saling percaya akan menjadi kunci utama menjaga keutuhan keluarga sekaligus menopang kinerja aparatur pemerintah dalam melayani masyarakat Kota Makassar.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Politik26 Juni 2026 02:21
Nama “Basri Kajang” Menggema, Publik Gowa Menanti Jawaban di Ruang Pansus
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Perhatian publik Kabupaten Gowa belakangan ini tersedot ke satu nama yang tiba-tiba mencuat ke permukaan Basri Kajang. Nama i...
Daerah26 Juni 2026 01:35
Verifikasi Lapangan Batas Bulukumba–Sinjai, Menyusuri Garis yang Belum Usai
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Garis batas wilayah tak selalu tampak jelas di atas peta. Di beberapa tempat, ia menjadi ruang tafsir, bahkan perdebatan pan...
Metro25 Juni 2026 22:51
Wagub Sulsel Buka Forum IGS
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sulawesi Selatan kembali menunjukkan perannya sebagai gerbang ekonomi Indonesia Timur di hadapan dunia internasional. Wakil G...
Metro25 Juni 2026 22:47
Walikota Makassar Lantik 153 Imam Kelurahan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar mulai menempatkan imam kelurahan sebagai pilar penting dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaa...