Musda Golkar Sulsel

Diskresi DPP untuk IAS Dinilai Jadi Sinyal Kuat Arah Dukungan Golkar Sulsel

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 24 Juni 2026 22:32

Diskresi DPP untuk IAS Dinilai Jadi Sinyal Kuat Arah Dukungan Golkar Sulsel

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tokoh senior Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), resmi mengantongi surat diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Surat yang ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tersebut diserahkan langsung di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Terbitnya diskresi itu langsung memicu spekulasi terkait arah kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Sejumlah kalangan menilai keputusan DPP tersebut menjadi sinyal kuat dukungan pusat terhadap IAS.

Pengamat politik sekaligus Direktur Nurani Strategic Consulting, Dr. H. Nurmal Idrus, menilai diskresi yang diberikan DPP merupakan tahapan krusial dalam proses pencalonan IAS sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

“Diskresi itu ibarat jalan tol bagi IAS menuju kursi Ketua Golkar Sulsel. Ini adalah tahapan paling menentukan yang berhasil ia lewati,” ujar Nurmal.

Menurutnya, secara administratif dan organisatoris, IAS sebelumnya berada dalam posisi yang membutuhkan pengecualian atau izin khusus dari DPP untuk dapat maju sebagai calon ketua.

Ia menegaskan, keputusan DPP tidak hanya menyelesaikan persoalan syarat pencalonan, tetapi juga membawa pesan politik yang kuat kepada para pemilik suara dalam Musda.

“Diskresi ini bukan sekadar dokumen administratif. Dalam tradisi partai seperti Golkar, keputusan Ketua Umum merupakan sinyal politik yang sangat jelas kepada para voters,” jelasnya.

Nurmal menilai, langkah tersebut dapat dimaknai sebagai arah dukungan politik dari tingkat pusat kepada IAS, yang berpotensi memengaruhi preferensi pemilik suara di daerah.

Dengan keluarnya diskresi tersebut, peta persaingan menuju Musda Golkar Sulsel diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan.

Para pemilik suara, lanjutnya, cenderung menjadikan sikap DPP sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pilihan politik mereka.

“Ketika Ketua Umum telah memberikan legitimasi kepada seorang figur, itu akan dibaca sebagai arah kebijakan organisasi. Peluang IAS kini semakin terbuka dan menguat,” katanya.

Meski demikian, ia menilai dinamika politik menjelang Musda masih terbuka, termasuk kemungkinan terjadinya komunikasi dan konsolidasi di antara para kandidat.

Namun, dari perspektif politik organisasi, diskresi DPP dinilai sebagai momentum penting yang sulit diabaikan dalam proses kontestasi.

“Musda tetap forum demokratis, tetapi diskresi ini telah mengirimkan pesan kuat bahwa IAS mendapat kepercayaan dari pusat. Ini akan sangat memengaruhi ruang manuver politik para pemilik suara,” pungkas Nurmal. (*)

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Agustus 2026 19:36
Jelang Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, 1.157 Peserta Ikuti Defile di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Sebanyak 1.157 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga mengikuti Defile Ka...
Metro24 Agustus 2026 18:33
Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah
MAKASSAR, Trotoar.id — Defile kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 resmi dil...
Metro24 Agustus 2026 17:29
Jufri Rahman Soroti Tantangan AI, Minta ASN Tetap Pegang Etika dan Integritas
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial in...
Politik24 Agustus 2026 17:00
Jelang Pemilu 2029, Gerindra, Golkar dan PDIP Sulsel Pasang Target Tinggi
MAKASSAR, Trotoar.id — Jelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik dengan memasang target peroleh...