SIDRAP, Trotoar.id – Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rudi Setiawan, memberikan pengarahan dan evaluasi langsung kepada koordinator wilayah, yayasan, dan mitra MBG di Ballroom Hotel Grand Zidny Sidrap, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan yayasan yang berasal dari tujuh daerah, yakni Sidrap, Parepare, Soppeng, Barru, Enrekang, Pinrang, dan Wajo. Tercatat sebanyak 176 mitra dan 55 yayasan hadir dalam forum evaluasi tersebut.
Dalam arahannya, Brigjen Rudi menekankan pentingnya pengawasan ketat, peningkatan kualitas tata kelola, transparansi, serta kepatuhan terhadap standar operasional agar program berjalan tepat sasaran.
Baca Juga :
“Yayasan dan mitra harus menjadi lebih baik. Evaluasi ini menjadi momentum memperbaiki sistem kerja, meningkatkan transparansi, serta memastikan program berjalan sesuai standar dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh koordinator wilayah dan mitra untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi menjamin keberlanjutan program.
“Kita ingin Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Kolaborasi, kedisiplinan, dan komitmen menjadi kunci utama,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menilai kegiatan evaluasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong pelaksanaan MBG semakin optimal dan profesional.
Ia menyebut program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal.
Menurutnya, sebagai daerah penghasil beras, telur, dan daging ayam, Sidrap memiliki potensi besar mendukung kebutuhan bahan baku program MBG.
“MBG juga berdampak pada perputaran ekonomi di Sidrap. Kami persilakan yayasan MBG yang membutuhkan bahan seperti beras, telur, dan ayam pedaging untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah atau langsung dengan para peternak,” jelasnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan MBG di wilayah kerja SPPG, membuka lapangan kerja baru, memberikan jaminan sosial bagi relawan, serta mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Sebagai tindak lanjut, seluruh mitra pemilik fasilitas diminta segera menindaklanjuti berita acara perbaikan agar infrastruktur SPPG dapat dinyatakan memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Pemkot Parepare Andi Ardian, Kepala Subbagian Tata Usaha KPPG Makassar Badan Gizi Nasional Risma Ernawati, Wakil Koordinator Regional Sulawesi Selatan Badan Gizi Nasional Nurhalisa, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidrap Ishak Kenre.
Hadir pula perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional, Dewan Pengurus Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi), serta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). (*)



Komentar