Pemkot Makassar,

Atasi Banjir Tahunan di Manggala, Pemkot Makassar Turunkan Excavator

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 08 Maret 2026 20:02

Atasi Banjir Tahunan di Manggala, Pemkot Makassar Turunkan Excavator

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar mulai melakukan langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap melanda kawasan Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala.

Penanganan tersebut dilakukan dengan menurunkan alat berat excavator guna melakukan normalisasi saluran drainase serta pengerukan sedimen yang menghambat aliran air.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, untuk menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang telah berlangsung puluhan tahun di kawasan tersebut.

Selama ini, wilayah Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang dikenal sebagai daerah langganan banjir setiap musim hujan.

Meski telah melewati berbagai periode kepemimpinan wali kota, persoalan tersebut belum sepenuhnya menemukan solusi yang menyentuh akar permasalahan.

Di bawah kepemimpinan Munafri, penanganan banjir mulai dilakukan dengan pendekatan yang lebih terencana dan berbasis kajian.

Pemerintah kota menggandeng akademisi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan langkah strategis dalam mengatasi persoalan genangan di wilayah tersebut.

Sebagai tahap awal implementasi, sejumlah pekerjaan fisik mulai dilakukan di lapangan, di antaranya normalisasi saluran air, pengerukan sedimentasi yang menumpuk di dasar drainase, serta perbaikan infrastruktur box culvert di beberapa titik rawan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pekerjaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aliran air sehingga sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal saat curah hujan tinggi.

“Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar serta mengurangi potensi terjadinya genangan saat curah hujan tinggi,” ujar Zuhaelsi, Minggu (8/3/2026).

Selain normalisasi drainase, pemerintah kota juga mengoptimalkan fungsi kolam retensi atau waduk sebagai penampung air saat curah hujan tinggi.

Upaya ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal dalam menghadirkan solusi jangka panjang bagi persoalan banjir yang selama ini membayangi kawasan tersebut.

Zuhaelsi menjelaskan, salah satu langkah teknis yang dilakukan adalah penggantian box culvert yang sebelumnya berukuran lebih kecil.

Box culvert lama dengan dimensi 50 sentimeter kini diganti dengan ukuran yang lebih besar, yakni 80 sentimeter, guna meningkatkan kapasitas aliran air.

Menurutnya, perubahan dimensi tersebut dilakukan karena saluran tersebut berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang terhubung langsung dengan saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa, kawasan Antang.

“Karena sebelumnya ukuran box culvert kecil, aliran air yang keluar dari saluran ini sangat terbatas sehingga proses pembuangan air ke saluran utama menjadi lambat,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Zuhaelsi, menyebabkan air bertahan lebih lama di kawasan permukiman saat terjadi hujan deras.

Selain penggantian box culvert, Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar juga melakukan normalisasi saluran di beberapa titik lain di kawasan Blok 10 Perumnas Antang.

Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat excavator PC berkapasitas 4,5 ton untuk mengangkat sedimen yang mengendap di dasar saluran.

Normalisasi dilakukan sepanjang jalur drainase mulai dari Jalan Kecaping hingga Jalan Suling di wilayah Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala. Sedimentasi yang menumpuk selama ini dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas tampung saluran air.

“Untuk lokasi lainnya, kami juga melakukan normalisasi saluran menggunakan excavator PC 4,5 ton sepanjang Jalan Kecaping hingga Jalan Suling di Blok 10 Perumnas Antang,” tambahnya.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU juga berkomitmen untuk terus melakukan pemeliharaan serta peningkatan infrastruktur drainase sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengatasi persoalan genangan dan banjir di berbagai wilayah kota.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi penataan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi di kawasan timur Makassar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah rawan genangan saat musim hujan.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga telah meninjau langsung kawasan Blok 10 Kecamatan Manggala guna memastikan langkah penanganan banjir dapat dilakukan secara tepat.

Munafri menjelaskan, sebelum pengerjaan dilakukan, pemerintah kota telah melaksanakan berbagai kajian teknis dengan melibatkan sejumlah ahli dan tim terkait agar penanganan yang dilakukan benar-benar menyasar akar persoalan.

“Kami memastikan proses penanganan ini terus dipantau agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Harapannya, warga tidak lagi harus mengungsi setiap kali musim hujan tiba,” ujar Munafri. (*)

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah15 April 2026 18:58
DWP Sidrap Ikuti Halalbihalal dan Peringatan Hari Kartini DWP Pusat Secara Daring
SIDRAP, Rrotoar.id — Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sidenreng Rappang bersama DWP tingkat kecamatan se-Sidrap mengikuti kegiatan H...
Daerah15 April 2026 18:21
Bupati Andi Rahim Dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Diplomasi Maritim ASPEKSINDO 2025–2030
JAKARTA, Trotoar id — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, resmi mengemban amanah baru di tingkat nasional setelah dilantik sebagai Wakil Ketua B...
Metro15 April 2026 17:29
Wawali Makassar Terima Audiensi MPM UNM, Bahas Pekan Parlemen 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Negeri Makass...
Metro15 April 2026 17:05
Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Randis Baru
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengambil langkah tegas dalam pengelolaan anggaran daerah dengan menolak pengadaan ken...