Pemkot Makassar

Munafri Teken MoU Terapkan KUHP Baru, Pidana Kerja Sosial Siap Dijalankan di Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 09 Maret 2026 16:50

Munafri Teken MoU Terapkan KUHP Baru, Pidana Kerja Sosial Siap Dijalankan di Makassar
9 / 100 Skor SEO

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam penerapan pidana kerja sosial sebagai bagian dari implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar, Surianto, di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Senin (9/3/2026).

Kesepakatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan pidana kerja sosial di Kota Makassar, termasuk penyediaan lokasi kegiatan bagi pelaku tindak pidana yang dijatuhi hukuman kerja sosial berdasarkan putusan pengadilan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai penerapan pidana kerja sosial merupakan pendekatan positif dalam sistem penegakan hukum karena tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini adalah langkah yang insya Allah akan memberikan dampak baik bagi Kota Makassar,” ujar Munafri.

Baca Juga  Munafri Ajak Buruh Bangun Sinergi Tripartit, Pemkot Tambah Jaminan Hari Tua Mulai 2026

Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar memiliki potensi cukup besar menjadi lokasi pelaksanaan pidana kerja sosial, mengingat jumlah perkara yang ditangani aparat penegak hukum relatif tinggi.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti setiap putusan pengadilan yang menetapkan hukuman kerja sosial bagi pelaku tindak pidana.

Munafri menegaskan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan putusan hakim, terutama dalam menyediakan lokasi kegiatan kerja sosial yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Saya berharap seluruh pihak yang hadir dapat menjadi satu kesatuan untuk memastikan proses ini berjalan dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Makassar akan memetakan sejumlah lokasi yang dapat dijadikan tempat pelaksanaan kerja sosial, salah satunya melalui program kebersihan kota.

“Setiap institusi sudah memiliki tugas dan fungsi masing-masing. Tinggal bagaimana kita menyinkronkan agar pelaksanaannya dapat berjalan bersama,” jelas Munafri.

Baca Juga  Appi Titip Tugas Berat Usai Lantik Pejabat: TPA Tamangapa Harus Berbenah, Lakkang Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Sementara itu, Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar, Surianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap pelaksanaan pidana kerja sosial sesuai amanah regulasi terbaru.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mulai berlaku pada 2 Januari 2026.

“Makassar insyaallah sudah siap melaksanakan putusan hakim terkait pidana kerja sosial. Kami bersyukur Pemerintah Kota Makassar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan amanah undang-undang tersebut,” ungkap Surianto.

Ia menjelaskan, pidana kerja sosial akan dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana tertentu sesuai putusan pengadilan, dengan pelaksanaan kegiatan dilakukan di lokasi yang telah disepakati melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

Dengan adanya MoU ini, diharapkan pelaksanaan pidana kerja sosial di Kota Makassar dapat berjalan lebih terstruktur, terawasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan bagi pelaku tindak pidana.

Baca Juga  Wamendagri Bima Arya Puji Damkarmat Makassar: Siap Jadi Kota Percontohan Sistem Emergency Satu Atap

Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan sejumlah unsur aparat penegak hukum, di antaranya Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Ketua Pengadilan Negeri Makassar I Wayan Gede Rumega, serta Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Panca Sakti.

Turut hadir pula perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Mut Zaini, Kepala Lapas Kelas I Makassar Sutarno, Kepala Rutan Kelas I Makassar Jayadi Kusumah, serta jajaran kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kota Makassar berharap pelaksanaan pidana kerja sosial dapat menjadi bagian dari sistem penegakan hukum yang lebih humanis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kepentingan publik. (*)

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen27 Oktober 2026 00:51
Pansus DPRD Sulsel Sepakat Tak Naikkan Tarif PKB dan BBNKB, Konsultasikan Perubahan Perda ke Kemendagri
4 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas perubahan Pe...
Parlemen27 Oktober 2026 00:46
Pansus DPRD Sulsel Dorong Dana Abadi Kebudayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat
7 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Pemajuan Kebudayaan DPRD Sulawesi Selatan mendorong pengu...
Metro26 Oktober 2026 14:44
Stadion Untia Mulai Ditimbun, Appi Kejar Target Rampung Akhir 2027
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mulai memasuki ta...
Politik26 Oktober 2026 00:44
Menteri UMKM Maman Abdurahman, NH hingga IAS Bernyanyi Bersama Wali Band Hibur Warga Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung Pesta Rakyat Partai Golkar di Kota Makassar tak hanya menjadi ruang hib...