MAKASSAR, Trotoar.id — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, turun langsung meninjau kondisi riil cadangan beras di gudang Perum Bulog Makassar.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan data stok beras yang dilaporkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, Mentan menyampaikan bahwa ketersediaan beras nasional saat ini berada pada level yang sangat aman.
Baca Juga :
Bahkan, stok beras nasional tercatat mencapai sekitar 4,5 juta ton, yang disebut sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Alhamdulillah, stok beras kita saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton. Ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan peningkatan signifikan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.
Jika sebelumnya cadangan beras di daerah tersebut berada di kisaran 300 ribu ton, kini jumlahnya telah menembus lebih dari 700 ribu ton.
Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui serangkaian kebijakan strategis pemerintah.
Beberapa langkah yang dinilai berkontribusi besar antara lain perbaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah, penurunan harga pupuk, serta transformasi menuju sistem pertanian modern yang dijalankan secara konsisten.
Ke depan, pemerintah optimistis stok beras nasional akan terus meningkat. Bahkan dalam waktu dekat, jumlah cadangan diproyeksikan dapat menembus 5 juta ton seiring dengan peningkatan produksi dalam negeri.
Dengan kondisi tersebut, Mentan memastikan ketersediaan pangan nasional dalam keadaan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Dengan stok yang ada saat ini, kebutuhan pangan masyarakat untuk sekitar 11 bulan ke depan tetap terjaga,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu terhadap kondisi ketahanan pangan nasional, seraya menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan kerja nyata yang dapat diverifikasi langsung di lapangan.



Komentar