Pemda Lutra

Bangun Sentra Baru, Andi Abdullah Rahim Dorong Mabusa Jadi Basis Produksi Kentang Sulsel

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 07 April 2026 17:26

Bangun Sentra Baru, Andi Abdullah Rahim Dorong Mabusa Jadi Basis Produksi Kentang Sulsel

LUWU UTARA, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mulai mengarahkan penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas hortikultura bernilai tinggi di wilayah dataran tinggi.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, ke Dusun Mabusa, Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong, yang diproyeksikan sebagai sentra baru pengembangan bibit kentang.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati menegaskan bahwa optimalisasi kawasan pegunungan bukan sekadar program pertanian biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

“Mabusa memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak daerah. Ini harus dimanfaatkan untuk komoditas bernilai tinggi seperti kentang,” ujarnya.

Secara geografis, kawasan Mabusa dinilai memiliki karakteristik serupa dengan sentra produksi kentang nasional, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pemasok utama di Sulawesi Selatan, bahkan kawasan timur Indonesia.

Namun demikian, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas bibit dan konsistensi pengelolaan.

Ia menekankan pentingnya penggunaan bibit unggul agar hasil produksi mampu bersaing di pasar.

Lebih jauh, pengembangan bibit lokal ini juga diarahkan untuk memutus ketergantungan petani terhadap pasokan dari luar daerah, yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama akibat tingginya biaya distribusi.

“Kalau bibit bisa kita produksi sendiri, maka biaya bisa ditekan dan petani akan lebih mandiri,” tegasnya.

Selain aspek pertanian, Pemkab Luwu Utara juga mulai mengarahkan integrasi sektor ini dengan pengembangan pariwisata berbasis alam.

Kecamatan Rongkong yang dikenal sebagai “Negeri di Balik Awan” dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata.

Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan tersebut tidak bisa berjalan tanpa perencanaan matang.

“Jangan hanya mengandalkan potensi. Tanpa konsep yang jelas, ini hanya akan menjadi wacana tanpa hasil,” ujarnya.

Kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog langsung dengan kelompok tani, di mana Bupati menyerap berbagai persoalan di lapangan, mulai dari akses bibit, pendampingan teknis, hingga pemasaran hasil panen.

Langkah ini menegaskan arah kebijakan Pemkab Luwu Utara yang mulai menggeser fokus pembangunan dari sekadar produksi ke pembangunan ekosistem pertanian terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir.

Jika berhasil, Mabusa bukan hanya menjadi sentra kentang baru, tetapi juga model pengembangan ekonomi berbasis pertanian modern yang mampu menggerakkan sektor lain secara simultan.

Penulis : Lhr

 Komentar

Berita Terbaru
Metro06 September 2026 16:46
12.361 KK di Panakkukang Diproyeksikan Nikmati Iuran Sampah Gratis, Nilainya Capai Rp2,8 Miliar
MAKASSAR, Trotoar.id — Program pembebasan iuran sampah yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus diperluas. Di Kecamatan Panakkukang, ...
Metro06 September 2026 16:03
Iuran Sampah Gratis Diperluas, 12.501 KK di Tamalanrea Berpotensi Nikmati Pembebasan
MAKASSAR, Trotoar.id — Kebijakan pembebasan iuran sampah Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar diperluas. Di Kecamatan Tamalanrea, jumlah rumah tangga y...
Metro06 September 2026 15:59
Memutus Rantai Pernikahan Usia Anak, TP PKK Sidrap Dorong Gerakan Bersama
SIDRAP, Trotoar.id — Pernikahan usia anak tidak hanya mengubah jalan hidup seorang anak. Dampaknya dapat merembet ke pendidikan, kesehatan, kondisi ...
Metro05 September 2026 15:27
Usaha Sambil Doa, Pemkot Makassar Kerahkan Tangki Air, SPAM hingga Salat Istisqa Minta Hujan
MAKASSAR, Trotoar.id— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memilih menempuh dua jalur sekaligus menghadapi kemarau panjang dan krisis air bersih: berge...