MAKASSAR, Trotoar.id — Geliat ekonomi rakyat di ruang publik Kota Makassar kian menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu pusat aktivitas tersebut terlihat di kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard, Kecamatan Panakkukang, yang rutin dipadati ribuan warga setiap akhir pekan.
Di tengah aktivitas masyarakat yang berolahraga, bersantai, hingga bersosialisasi, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum ini untuk menggerakkan roda perekonomian mereka.
Camat Panakkukang, Syahril, bahkan turun langsung memantau aktivitas di kawasan tersebut, Minggu (12/4/2026) pagi.
Baca Juga :
Menurutnya, tingginya animo masyarakat dan pelaku UMKM dalam meramaikan CFD Boulevard menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Animo pedagang UMKM terus meningkat, begitu juga masyarakat yang datang dan berbelanja. Ini tentu sangat baik, namun tetap perlu penataan agar lebih tertib dan nyaman,” ujarnya.
Sejak pagi hari, ratusan lapak mulai dipadati pengunjung. Mulai dari kuliner, produk kerajinan, hingga berbagai layanan jasa, menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup di kawasan tersebut.
Aroma makanan yang menggoda dan interaksi hangat antara penjual dan pembeli menjadikan CFD Boulevard tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga simpul ekonomi baru.
Syahril mengungkapkan, setiap Minggu pagi kawasan ini dipadati puluhan ribu masyarakat dari berbagai wilayah, yang secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku UMKM.
“Ini membuktikan CFD Boulevard memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku usaha,” jelasnya.
Dari sisi jumlah, ia menyebutkan bahwa pelaku usaha yang terdata mencapai lebih dari 800 tenant, meskipun kehadirannya bersifat fluktuatif setiap pekan.
“Sekitar 800 lebih tenant terdaftar, namun tidak semuanya hadir setiap minggu. Meski begitu, animo tetap tinggi, bahkan dibandingkan dengan lokasi lain,” tambahnya.
Ia menilai, kehadiran CFD memberikan ruang usaha strategis bagi UMKM untuk memperluas pasar tanpa beban biaya operasional yang besar, sekaligus memberi kemudahan bagi masyarakat mendapatkan produk lokal dengan harga terjangkau.
Syahril juga mengapresiasi kedisiplinan para pelaku usaha yang mulai tertib, serta peran pengelola dalam mengatur lapak dan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Meski pengelolaan teknis telah dilimpahkan kepada pihak pengelola, pihak kecamatan tetap melakukan pengawasan dan pendampingan untuk memastikan aktivitas berjalan dengan baik.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar rapat dengan pengelola untuk membahas hal-hal yang masih perlu ditata,” katanya.
Lebih lanjut, pihak kecamatan juga membuka ruang bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima yang terdampak penertiban di sejumlah lokasi untuk dapat berjualan di CFD Boulevard.
Beberapa pedagang dari kawasan Pantai Losari bahkan telah difasilitasi untuk menempati lapak yang telah disiapkan lengkap dengan penomoran.
Tak hanya menjadi pusat ekonomi, kawasan CFD Boulevard juga dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan publik, salah satunya melalui layanan kesehatan gratis yang disediakan puskesmas di wilayah Panakkukang.
Layanan tersebut dilaksanakan secara bergilir oleh lima puskesmas, sebagai bentuk edukasi sekaligus pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang beraktivitas di CFD.
Ke depan, pihak Kecamatan Panakkukang bersama instansi terkait akan terus melakukan pembenahan, termasuk penataan parkir dan pengendalian kendaraan yang mulai masuk ke kawasan CFD.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus memastikan keberlangsungan aktivitas ekonomi yang semakin berkembang.
“Ada beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama terkait kendaraan yang mulai masuk dalam dua minggu terakhir. Ini menjadi fokus penataan kami ke depan,” pungkasnya. (*)



Komentar