SIDRAP, Trotoar.id — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang mencatatkan capaian signifikan dalam transformasi digital sektor kesehatan dengan berhasil mencapai 100 persen integrasi Rekam Medis Elektronik (RME) ke platform SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan RI.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya digitalisasi layanan kesehatan di daerah, sekaligus menjawab kebijakan pemerintah pusat yang memperketat implementasi RME di seluruh fasilitas layanan kesehatan.
Kebijakan tersebut merujuk pada regulasi Kementerian Kesehatan yang mewajibkan rumah sakit mengintegrasikan data pasien secara digital melalui platform nasional.
Baca Juga :
Direktur RSUD Nene Mallomo, Suwarta Yuddin Pande, melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Pelayanan, Helmi, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.
Ia mengungkapkan, sebelumnya tingkat pemanfaatan platform tersebut sempat berada di angka 33,33 persen sebelum dilakukan percepatan integrasi.
“Capaian ini adalah hasil komitmen dan kolaborasi seluruh tim, mulai dari manajemen, tenaga medis, hingga admin pelayanan. Saat ini seluruh modul layanan utama sudah terintegrasi secara optimal,” ujarnya, Ahad (12/4/2026).
Adapun layanan yang telah terintegrasi mencakup berbagai modul penting, mulai dari pendaftaran pasien, pencatatan diagnosis, pemberian obat, hasil laboratorium, hingga layanan radiologi.
Untuk mendukung keberhasilan ini, pihak rumah sakit juga menggelar pelatihan internal atau in house training bagi tenaga medis dan staf administrasi.
Pelatihan tersebut difokuskan pada penggunaan aplikasi SIMGOS versi terbaru agar implementasi sistem berjalan efektif di seluruh lini pelayanan.
Langkah percepatan integrasi ini juga dipicu oleh perhatian serius dari Kementerian Kesehatan terhadap masih rendahnya tingkat integrasi di sejumlah rumah sakit di Indonesia.
Pemerintah pusat bahkan telah menyiapkan sanksi administratif bagi fasilitas kesehatan yang belum memenuhi kewajiban integrasi, mulai dari rekomendasi penurunan akreditasi hingga pembekuan izin operasional.
Berdasarkan data monitoring integrasi periode Januari 2024 hingga April 2026, RSUD Nene Mallomo menjadi salah satu dari dua fasilitas kesehatan di Kabupaten Sidrap yang berhasil mencapai angka 100 persen.
Selain RSUD Nene Mallomo, capaian serupa juga diraih oleh RS Adinda Medical Centre, sementara fasilitas lain masih berada pada tingkat integrasi yang bervariasi.
Manajemen RSUD Nene Mallomo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konsistensi dan kualitas layanan digital melalui evaluasi berkala.
Upaya ini diharapkan mampu mendukung transformasi sistem kesehatan nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.



Komentar