Pemprov Sulsel

Literasi Digenjot, Tapi Minat Baca Masih Rendah? Program Perpustakaan Pemprov Sulsel Disorot

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 21 April 2026 16:37

Literasi Digenjot, Tapi Minat Baca Masih Rendah? Program Perpustakaan Pemprov Sulsel Disorot

MAKASSAR, Trotoar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menggencarkan penguatan layanan perpustakaan sebagai strategi meningkatkan minat baca generasi muda.

Namun, di tengah berbagai program dan capaian yang dipamerkan, efektivitas kebijakan ini mulai dipertanyakan.

Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Pemprov mengandalkan sejumlah fasilitas seperti perpustakaan di Jalan Sultan Alauddin dan layanan khusus seperti Perpustakaan Ibu dan Anak di Makassar, hingga layanan mobil keliling untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan, Prof. Muhammad Jufri, menegaskan literasi menjadi kunci utama peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menyebut pendekatan inklusif mulai dari penyediaan ruang baca hingga area bermain edukatif dirancang untuk menarik minat anak sejak dini.

Namun realitas di lapangan menunjukkan tantangan besar: budaya membaca masih kalah dari dominasi gawai dan media digital.

Pertanyaannya, apakah pembangunan fasilitas perpustakaan cukup kuat untuk mengubah pola perilaku generasi muda?

Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, bahkan mengingatkan bahwa rendahnya minat belajar hari ini bisa berdampak pada kualitas tenaga kerja di masa depan.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa persoalan literasi bukan sekadar fasilitas, melainkan perubahan budaya yang jauh lebih kompleks.

Di sisi lain, Pemprov menampilkan sederet capaian mulai dari penghargaan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial hingga predikat pengelolaan layanan terbaik.

Namun kritik muncul: apakah indikator keberhasilan tersebut benar-benar mencerminkan peningkatan minat baca masyarakat secara nyata?

Program inovasi seperti “Gemas De”, “Gempita Sjaya”, dan “Gempur Pustaka” disebut sebagai terobosan layanan.

Meski begitu, tanpa pengukuran dampak yang konkret di tingkat masyarakat, inovasi ini berpotensi hanya menjadi pencapaian administratif.

Kini, sorotan publik mengarah pada konsistensi kebijakan: apakah Pemprov Sulsel mampu mendorong perubahan budaya literasi secara substansial, atau justru terjebak pada rutinitas program tanpa dampak signifikan?

Di tengah ambisi meningkatkan daya saing daerah, pertarungan sesungguhnya bukan pada jumlah perpustakaan—melainkan sejauh mana masyarakat benar-benar kembali membuka buku.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah19 Mei 2026 13:46
Buka Peluang Investasi, Bupati Syaharuddin Alrif Tawarkan Potensi Besar Sidrap ke Apindo
SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menunjukkan keseriusannya dalam menarik investasi dengan menggelar pertemuan st...
Nasional19 Mei 2026 12:59
Dewan Pers Kecam Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Desak Jalur Diplomasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dewan Pers mengecam keras penangkapan sejumlah jurnalis Indonesia oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan inter...
Metro19 Mei 2026 11:03
Pemkot Makassar Dekatkan Layanan Adminduk ke Kelurahan, Pangkas Antrean Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan publik yang lebih dekat, cepat, dan mudah di...
Nasional19 Mei 2026 10:23
WNI Asal Sulsel “Diculik” Tentara Israel Saat Ikut Misi Kemanusiaan ke Palestina
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Seorang warga Sulawesi Selatan, Andi Angga Prasadewa, dilaporkan menjadi korban penculikan oleh tentara Zionis Israel di ...