SIDRAP, Trotoar.id — Prestasi membanggakan diraih Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) setelah dinobatkan sebagai “Top Regency in Food Estate Resilience” dalam ajang National Governance Awards 2026.
Namun di balik penghargaan tersebut, muncul tantangan besar menjaga konsistensi di tengah tuntutan ketahanan pangan nasional yang kian ketat.
Penghargaan yang diberikan oleh Metro TV ini menjadi pengakuan atas kontribusi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan, khususnya dalam produksi beras dan telur yang menopang stabilitas pangan regional.
Baca Juga :
Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh, yang mewakili Bupati Syaharuddin Alrif dalam penerimaan penghargaan di The Ritz-Carlton Jakarta, menyebut capaian ini sebagai dorongan untuk bekerja lebih keras.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Namun, capaian tersebut juga dinilai sebagai “alarm tanggung jawab”.
Status sebagai daerah unggulan ketahanan pangan otomatis menempatkan Sidrap di bawah sorotan terutama dalam menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan perubahan iklim, distribusi, hingga fluktuasi harga pangan.
Dalam keterangannya, Andi Rahmat menegaskan komitmen daerah untuk terus mendukung agenda swasembada pangan nasional, sejalan dengan program pemerintah pusat.
“Kami akan terus berakselerasi dan berkolaborasi mendukung keberhasilan swasembada pangan,” tegasnya.
Penghargaan ini sendiri diberikan dalam momentum peringatan Hari Otonomi Daerah, yang sekaligus menjadi refleksi atas kinerja pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan strategis nasional.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam malam penganugerahan, di antaranya Tito Karnavian, Muhaimin Iskandar, hingga Yandri Susanto.
Meski penghargaan telah diraih, tantangan sesungguhnya justru dimulai. Sidrap kini dituntut tidak hanya mempertahankan capaian, tetapi juga membuktikan diri sebagai daerah yang mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Di tengah ekspektasi yang terus meningkat, publik akan melihat: apakah Sidrap mampu menjaga performa, atau justru kesulitan mempertahankan status sebagai daerah unggulan pangan.




Komentar