SIDRAP, Trotoar.id — Upaya meneguhkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sebagai daerah religius mendapat dorongan baru melalui program Binaan Desa Dakwah yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidrap.
Program ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat sekaligus membangun karakter yang konstruktif di tingkat desa.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran pengurus MUI Sidrap dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap yang berlangsung di ruang kerja Bupati, Kantor SKPD, Senin (27/4/2026).
Baca Juga :
Dalam pertemuan itu, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, didampingi Wakil Bupati Nurkanaah dan Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, menerima langsung pengurus MUI Sidrap.
Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Muhammad Syairin, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas inisiatif MUI Sidrap dalam menghadirkan program pembinaan berbasis desa tersebut.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh agar pelaksanaannya berjalan optimal dan tepat sasaran.
Menurutnya, program ini memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual masyarakat sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Syaharuddin juga mengungkapkan terdapat delapan desa yang menjadi lokus pelaksanaan program, yakni Desa Tanatoro, Desa Belawae, Desa Dengen-Dengen, Desa Buntu Buangin, Desa Leppangen, Desa Lombok, Desa Cenrana, dan Desa Compong.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang santun, adaptif, dan kontekstual sesuai karakter masyarakat setempat.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini dan silakan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Dakwah harus dilakukan dengan bil hikmah wal mau’izhah al-hasanah, yakni dengan hikmah dan nasihat yang baik serta memahami kondisi masyarakat di masing-masing desa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap kehadiran MUI melalui program ini tidak hanya fokus pada penguatan keagamaan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan etos kerja dan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan MUI menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, dan produktif.
“Dengan hadirnya MUI, kita berharap ada pembinaan yang berkelanjutan, terutama dalam membangun etos masyarakat agar semakin baik, baik dari sisi keagamaan maupun kontribusinya terhadap pembangunan daerah,” tambahnya.
Program Binaan Desa Dakwah ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kehidupan sosial keagamaan masyarakat sekaligus mendukung visi Kabupaten Sidrap sebagai daerah yang maju dan religius.




Komentar