SIDRAP, Trotoar.id — Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa melalui peluncuran empat inovasi berbasis sistem.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat proses pengadaan sekaligus meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan kegiatan.
Keempat inovasi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pengadaan modern yang menuntut kecepatan layanan, ketepatan waktu, serta pengelolaan data yang terintegrasi dan mudah diakses.
Baca Juga :
Melalui pendekatan digital, UKPBJ Sidrap menargetkan seluruh proses pengadaan dapat berjalan lebih tertib, terukur, dan minim hambatan administratif.
Salah satu inovasi yang diluncurkan adalah SIPENGAJA (Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa), yang difokuskan pada percepatan proses pengusulan paket pemilihan agar dapat segera masuk ke tahapan berikutnya secara lebih efektif.
Selain itu, UKPBJ Sidrap menghadirkan SIPANDAI (Sistem Penataan Digital Arsip Akun Penyedia INAPROC) yang berfungsi untuk mendukung pengarsipan dokumen penyedia secara lebih sistematis, khususnya dalam proses pembuatan dan pengelolaan akun INAPROC.
Pada aspek pengelolaan dokumen, inovasi DISIMPAN (Digitalisasi Dokumen Pengadaan) menjadi solusi dalam mentransformasi sistem administrasi dari manual ke digital, sehingga dokumen lebih efisien disimpan, aman, dan mudah ditelusuri.
Sementara itu, untuk memastikan setiap tahapan pengadaan berjalan sesuai jadwal, UKPBJ Sidrap mengembangkan SIGAP-PEMILIHAN (Sistem Pengingat Tahapan Pemilihan Penyedia) yang berfungsi sebagai pengingat otomatis dalam proses pemilihan penyedia.
Dengan hadirnya keempat inovasi ini, UKPBJ Sidrap tidak hanya berfokus pada percepatan proses pengadaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas tata kelola secara menyeluruh.
Transformasi digital tersebut diharapkan mampu meminimalisir potensi keterlambatan, meningkatkan akurasi data, serta memperkuat sistem pengawasan dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Ke depan, inovasi-inovasi ini diharapkan dapat memperkuat peran UKPBJ Sidrap sebagai motor penggerak pengadaan yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Selain itu, implementasi sistem digital ini juga diharapkan memberikan dampak nyata dalam mendukung percepatan pembangunan daerah melalui proses pengadaan yang lebih efektif dan akuntabel.




Komentar