MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Ketua II DPRD Papua Barat Daya, Fredrik Frans Adolof Marlissa, memimpin langsung kunjungan kerja ke DPRD Sulawesi Selatan guna membahas strategi penguatan ekonomi daerah dan pengelolaan proyek pembangunan jangka panjang.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD Papua Barat Daya dalam menggali referensi kebijakan yang dapat mendorong percepatan pembangunan, khususnya menjadikan daerahnya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat Komisi D DPRD Sulsel, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari pengembangan sektor pelabuhan hingga peran Kota Sorong sebagai pintu masuk utama ke Papua.
Baca Juga :
“Ada beberapa hal yang kami diskusikan, termasuk pengembangan pelabuhan. Kota Sorong sebagai ibu kota Papua Barat Daya memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk wilayah Papua,” ujar Fredrik.
Ia menilai, peran Sorong sebagai kota jasa dan niaga harus dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih signifikan.
Menurutnya, penguatan sektor tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi, yang pada akhirnya memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Selain itu, DPRD Papua Barat Daya juga menaruh perhatian pada mekanisme penyusunan dan pelaksanaan proyek multiyears yang diterapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Skema proyek jangka panjang ini dinilai penting untuk dipelajari, mengingat nilai anggaran yang dikelola cukup besar dan membutuhkan sistem perencanaan serta pengawasan yang matang.
“Proyek multiyears dengan nilai hingga Rp3 triliun tentu membutuhkan tata kelola yang baik. Ini yang kami dalami dalam pertemuan ini,” jelasnya.
Fredrik menegaskan, hasil dari kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi DPRD Papua Barat Daya dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan.
Ia berharap, penerapan konsep pembangunan yang terencana dan terukur dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat Daya.
Kunjungan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antar daerah dalam berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pembangunan daerah. (*)




Komentar