LUWU UTARA, TROTOAR.ID — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Luwu Utara menggelar kegiatan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan (KtP), Kekerasan terhadap Anak (KtA), serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di MTs Al-Falah Lemahabang, Kecamatan Bonebone, dan menyasar para siswa yang tergabung dalam Forum Anak sebagai peserta utama.
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya perlindungan anak serta pencegahan berbagai bentuk kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala MTs Al-Falah Lemahabang, Syamsul Mahmud, S.Ag., M.Pd., yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada DP3AP2KB atas pelaksanaan program edukatif ini.
“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi generasi muda, khususnya para siswa, di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya.
Ia berharap para siswa mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, meningkatkan kesadaran akan pentingnya akhlak dan pendidikan, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi, motivasi, serta pemahaman terkait pentingnya menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, dan meningkatkan kepedulian sosial.
DP3AP2KB menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yakni Plt. Kepala DP3AP2KB dr. Haslinda, S.Ked., M.Kes., Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Nurdalia Jaluddin, S.E., serta fasilitator pengasuhan anak, Yuli Indrawati.
Dalam pemaparannya, dr. Haslinda menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya pencegahan dini terhadap pernikahan usia anak yang dapat berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan generasi muda.
“Anak-anak harus diberi ruang untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita tanpa harus kehilangan masa depannya akibat keputusan yang terlalu dini,” tegasnya.
Sementara itu, Nurdalia Jaluddin menekankan pentingnya menjaga diri dari pengaruh pergaulan bebas.
“Para siswa harus bijak dalam memilih lingkungan pertemanan, menjaga akhlak, serta memperkuat nilai-nilai agama dan moral sebagai benteng diri dari pengaruh negatif perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan diri serta menjadi teladan di lingkungan sekitarnya.
Sebagai pemateri penutup, Yuli Indrawati memaparkan pentingnya pola asuh yang tepat dalam membentuk karakter anak. Ia menekankan bahwa perhatian, kasih sayang, komunikasi yang baik, serta pendampingan orang tua menjadi faktor utama dalam tumbuh kembang anak.
“Dengan pola asuh yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berakhlak baik, serta memiliki kepedulian sosial,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi generasi muda agar mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Selain itu, para peserta diharapkan dapat menjadi pelopor dan pelapor dalam upaya perlindungan anak, serta berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak, dan tindak pidana perdagangan orang.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti materi, berdiskusi, serta mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.




Komentar