Pemkot Makassar

Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Kadisdik Makassar Sidak Sekolah Pastikan Verifikasi Transparan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 22 Juni 2026 17:38

Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Kadisdik Makassar Sidak Sekolah Pastikan Verifikasi Transparan

MAKASSAR, TRPTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memberi perhatian serius pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, khususnya melalui jalur domisili yang resmi dibuka, Senin (22/6/2026).

Untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) yang menjadi lokasi verifikasi berkas pendaftaran.

Dalam peninjauan tersebut, Achi Soleman didampingi Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Akhmad Muhajir Arif.

Mereka mengunjungi beberapa sekolah, di antaranya UPT SPF SMP Negeri 2 Makassar, UPT SPF SMP Negeri 53 Makassar, dan UPT SPF SMP Negeri 45 Makassar.

Achi Soleman menegaskan bahwa sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapan panitia sekaligus menjamin proses verifikasi berlangsung transparan, objektif, dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Dari hasil pemantauan kami, kesiapan panitia di sekolah sudah cukup baik. Proses verifikasi berkas berjalan lancar dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat pada hari pertama pendaftaran. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa orang tua dan calon peserta didik telah mempersiapkan dokumen administrasi sejak jauh hari.

Dokumen utama yang wajib dipenuhi dalam jalur domisili meliputi kartu keluarga, akta kelahiran, serta berkas pendukung lainnya sesuai persyaratan yang telah ditetapkan.

“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menandakan kesiapan orang tua dalam mengikuti proses pendaftaran,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Achi turut meninjau langsung sistem pendaftaran melalui aplikasi Lontara Plus Pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa calon peserta didik dapat memilih hingga lima sekolah, baik negeri maupun swasta yang telah terintegrasi dalam sistem.

“Pilihan sekolah yang tersedia cukup beragam. Ini memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk mendapatkan sekolah yang sesuai dengan domisilinya,” katanya.

Lebih lanjut, Achi menekankan bahwa prinsip utama jalur domisili adalah kedekatan jarak antara tempat tinggal dengan sekolah tujuan.

Sistem akan secara otomatis membaca jarak berdasarkan data kartu keluarga dan titik koordinat, sehingga seleksi berlangsung lebih objektif dan akuntabel.

“Sistem bekerja berdasarkan radius jarak dari domisili. Ini untuk memastikan keadilan dalam proses seleksi,” terangnya.

Terkait kendala teknis, Achi menyebut hingga hari pertama pelaksanaan belum ditemukan hambatan signifikan. Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan layanan bantuan bagi masyarakat.

Helpdesk telah disediakan di setiap sekolah serta di kantor Dinas Pendidikan untuk membantu orang tua yang mengalami kesulitan dalam mengakses aplikasi pendaftaran.

“Jika ada kendala, masyarakat bisa langsung datang ke sekolah atau Dinas Pendidikan. Kami pastikan ada pendampingan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan layanan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang mudah, cepat, dan transparan.

Sementara itu, terkait kuota jalur domisili, Achi menjelaskan bahwa setiap sekolah memiliki kapasitas berbeda, tergantung jumlah rombongan belajar (rombel), ruang kelas, serta sarana dan prasarana yang tersedia.

“Kuota tiap sekolah tidak sama, disesuaikan dengan kapasitas masing-masing,” jelasnya.

Adapun mengenai kemungkinan sisa kuota dari jalur lain, Achi menyebut pengelolaannya akan mengikuti ketentuan dalam Permendikbudristek Nomor 3 Tahun 2025.

Kuota yang tidak terisi berpotensi dialihkan untuk menambah daya tampung jalur domisili.

“Kami masih menunggu seluruh tahapan selesai. Nanti akan dilakukan evaluasi dan penyesuaian sesuai aturan,” tegasnya.

Melalui pengawasan langsung ini, Dinas Pendidikan Kota Makassar berharap seluruh rangkaian SPMB 2026, khususnya jalur domisili, dapat berlangsung tertib, transparan, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.

“Semua akan berjalan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan,” pungkas Achi. (*)

Penulis : Febri

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen22 Juni 2026 20:27
Ketua DPRD Sulsel Temui Massa HMI, Sorotan Harga Kebutuhan hingga Dana BOS Mengemuka
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, turun langsung menemui puluhan mahasiswa yang menggelar aksi unju...
Metro22 Juni 2026 19:32
Munafri Raih Pengakuan Dunia, Program RISE Antar Makassar Sabet WRI Ross Center Prize 2025–2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat global. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, program Revit...
Nasional22 Juni 2026 18:41
HMI Sulsel Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Kota Makassar dengan ...
Metro22 Juni 2026 18:35
Temui Wali Kota Appi, Ketua PKB Makassar Tegaskan Dukungan Penuh dan Siap Kawal Program Pemkot
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Makassar, Fauzi Wawo, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program pem...